Foto: beto

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Puluhan Mahasiswa yang terdiri dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (21/3/2019). Mereka menuntut untuk menghentikan aktivitas reklamasi proyek Gurindam 12. Aksi tersebut telah dua kali dilakukan para mahasiswa.

Bukan tanpa alasan, semenjak dianggarkan proyek Gurindam 12, APBD Kepri mengalami Defisit bahkan dampak dari proyek menelan anggaran setengah triliun itu gaji guru-guru di Kepri tidak terbayar karena defisit anggaran.

“Ini adalah aksi kita kedua kalinya, namun selalu dihalangi aparat Kepolisian dan tidak diberi masuk ke dalam perkantoran, ada apa dengan pejabat Pemprov!!” Seru sala seorang orator.

Berdasarkan pantauan media ini, pendemo tampak ditahan aparat Kepolisan di depan portal jalan pintu masuk kantor Gubernur.

“Kita disini hanya ingin menyampaikan aspirasi, bahwa Kepri saat ini sedang mengalami masalah,” sambungnya.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Benni Nababan mengatakan, kehadiran pihaknya dari DPC GMNI Tanjungpinang, Bintan dan Batam ingin memyampaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat saat ini.

“Kami menuntut gubernur Kepri untuk menghentikan Reklamasi proyek Gurindam dan menutup aktivitas tambang di Kabupaten Bintan,” ujarnya.

Pihaknya menilai akibat aktivitas pembangunan Gurindam 12 mengakibatkan Pemprov mengalami defisit.

“Dampaknya dari proyek gurindam ini guru-guru menjadi korban, gaji mereka tidak terbayarkan akibat Pemprov defisit,” ujarnya.

“Maka untuk itu Pemprov harus menghentikan ini proyek ini,” sambungnya.

 

Laporan: Beto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here