TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Sejumlah calon legislatif (Caleg) pendatang baru berpotensi menggusur eksistensi caleg petahana pada Pileg 17 April 2019 mendatang.

Salah satu caleg yang disebut-sebut sebagai caleg “kuda hitam” adalah Derry Purnamasari. Caleg nomor urut 2 itu diprediksi akan mengisi salah satu kursi di DPR-RI mewakili Partai Amanat Nasional (PAN).

Derry sapaan akrabnya, akan bertarung memperebutkan kursi wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Di usia yang tergolong masih muda, Derry merupakan caleg representasi kaum milenial dan perempuan.

Sebab, wanita kelahiran Kota Tanjungpinang ini dikenal begitu dekat dengan kaum milenial juga perempuan. Ia kerap terlibat bahkan mendukung langsung berbagai kegiatan muda-mudi di tempat asalnya. Mulai dari kesenian, budaya, musik, olahraga, kewirausahaan dan beragam aktivitas positif lainnya.

Derry juga dikenal mudah bergaul dengan berbagai kalangan masyarakat, sosoknya yang santun dan periang membuatnya disenangi oleh banyak pihak. Tidak ketinggalan para orangtua, tokoh masyarakat serta pemangku adat yang ada di wilayah Kepulauan Riau. 

Tengok saja di akun media sosial facebooknya yang bernama Derry Purnamasari. Ratusan galeri fotonya menunjukan bahwa mahasiswi Jurusan Perhubungan Internasional FISIP Universitas Pasundan (Unpas) Bandung itu adalah salah satu kader PAN yang memiliki dedikasi dan jiwa sosial yang tinggi. Tanpa membeda-bedakan status sosial masyarakat.

Tekadnya maju ke sebagai caleg DPR-RI pun bukan isapan jempol belaka. Bermodal dukungan penuh dari Ketua Umum PAN, Zulkifli. Wanita yang pernah mengenyam pendidikan di SMAN 1 Tanjungpinang tersebut optimis melenggang ke senayan.

Apalagi strategi kampanye yang ia terapkan pada Pemilu kali ini pun sangat terstruktur. Dia aktif mengunjungi desa-desa hingga ke perkotaan untuk bersosialisasi sekligus menampung aspirasi, serta potensi masyarakat di daerah pemilihannya.

Menurut Tokoh masyarakat Provinsi Kepulauan Riau, Mustar Effendi, momentum Pemilu 2019 adalah kesempatan emas bagi generasi milenial dan perempuan untuk menunjukkan eksistensinya.

“Saya melihat ini peluang bagi perempuan dan kaum milenial, termasuk caleg perempuan muda (Derry Purnamasari),” kata Mustar.

Mustar menilai, keberadaan caleg milenial mewakili perempuan punya kans besar untuk terpilih.

“Ini adalah tantangan caleg lain. Pendatang baru termasuk Derry Purnamasari bisa saja menjadi kuda hitam,” tuturnya.

Dia menyarankan agar para caleg perempuan bisa memanfaatkan waktu tersisa dengan bersosialisasi guna meraih simpati rakyat.

“Salah satunya dengan membuat kegiatan yang bermanfaat,” pungkasnya.
(Mn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here