TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com –  – Kepala Badan Penerimaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Provinsi Kepulauan Riau, Reni Yusneli, mengatakan realisasi penerimaan pajak pada triwulan pertama tahun 2019 sudah mencapai 23 persen atau sekitar Rp230 miliar, sementara target penerimaan pajak tahun ini sebesar Rp1,1 triliun.

“Triwulan I ini sudah melampaui dari target awal sebesar 20 persen,” kata Reni Yusneli, di Tanjungpinang, Senin (1/4).

Menurut Reni, penerimaan pajak triwulan I ini berasal dari di sektor pajak kendaraan bermotor (PKB), bea balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB), pajak bumi dan bangunan (PBB) dan pajak air permukaan.

“Sementara untuk pajak rokok baru terealisasi bulan April, karena itukan bagi hasil dengan pusat,” imbuhnya.

Lanjut Reni, untuk merealisasikan target penerimaan pajak pada tahun 2019, pihaknya akan fokus menggenjot sektor pajak kendaraan bermotor dengan melakukan razia kendaraan roda dua maupun roda empat di seluruh unit pelayanan teknis (UPT) BP2RD Provinsi Kepri yang ada di wilayah kabupaten/kota.

“Tiap-tiap UPT diminta menggelar razia kendaraan bermotor secara rutin dan tergantung besaran anggaran masing-masing,” ucapnya.

Tidak hanya itu, upaya untuk memenuhi target penerimaan pajak juga dilakukan melalui pembentukan peraturan gubernur (pergub) tentang pajak kendaraan mobil mewah.

Pergub itu nantinya, kata Reni, akan menjadi payung hukum untuk memungut pajak sekaligus menarik paksa bagi pemilik mobil mewah yang enggan membayar pajak.

“Kami melihat ada banyak mobil mewah di Kepri, terutama di Batam. Artinya potensi penerimaan pajak dari sektor itu pun cukup besar,” ungkapnya.

Ketua Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Kepri ini turut merincikan, target penerimaan pajak Rp1,1 triliun tahun 2019 terdiri dari, PKB Rp439 miliar, BBN-KB Rp229 miliar, air permukaan Rp20 miliar, PBB Rp310 miliar, dan pajak rokok Rp104 miliar.

(Mn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here