TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Komisi Pemilih Umum (KPU) Provinsi Kepri meminta pemilih menghindari ‘serangan fajar’ menjelang hari pencoblosan 17 April 2019, Rabu (3/4/2019). Sebab, politik uang itu sudah mulai diendus di beberapa daerah.
“Saya kira kalau untuk serangan fajar, masyarakat sudai pandai soal itu, dan kita meminta untuk dihindari,” kata Sriwati, Ketua KPU Provinsi Kepri, di Hotel CK Tanjungpinang, Rabu (3/4).
Sri mengatakan, masyarakat jangan sampai terpengaruh dengan serangan fajar.
“Pencoblosan hanya sehari, tetapi ini menentukan lima tahun ke depan,” ujarnya.
Sri menegaskan, Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) sudah siap melakukan tindakan terhadap peserta pemilu yang melakukan serangan fajar.
“Kita siap melakukan tindakan tegas,” ungkapnya.
Lanjutnya, KPU juga tidak bisa memperkirakan potensi serangan fajar terjadi di Kepri, yang jelas pihaknya sudah mensosialisasikan kepada masyarakat.
“Kita tetap mengedukasi kepada masyarajat, pilihlah di antara yang baik dari yang lebih baik,” ucap Sri.
Sri juga mengimbau peserta pemilu untuk mengikuti aturan yang sudah ada.
“Kalau melakukan itu (serangan fajar) terima saja kuesekuensinya,” sambungnya.
Saat ini isu serangan fajar mencuat, ketika salah seorang cileg DPR-RI diduga melakukan suap. Menurut KPK uangan suap itu digunakan untuk dibagikan ketika masa pecoblosan 17 April 2019 mendatang.
Kondisi itu menjadi perhatian seluruh wilayah Indonesia. Tidak tertutup kemungkinan juga terjadi di Provinsi Kepri.
(Mn)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here