TANJUNGPINANG, SIJORITODAY. com – Desnitasi wisata sejarah dan cagar budaya atau yang dikenal “Istana Kota Lama” di Sungai Carang, Tanjungpinang, kini terbengkalai.
Padahal dulunya lokasi itu menjadi salah satu tujuan wisata favorit bagi kalangan wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan dalam negeri dan tempatan.
Karena, di sini pengunjung dapat mengamati benda-benda peninggalan kerajaan melayu terdahulu, seperti makam raja, bekas reruntuhan bangunan, serta situs-situs bersejarah.
Selain itu, juga ditunjang dengan geografis alam hutan yang sejuk, asri, dan menenangkan.
“Sejak beberapa tahun belakangan ini tidak pernah dirawat lagi,” kata Rudi, salah seorang warga yang tinggal tak jauh dari lokasi tersebut.
Pantauan di lapangan, sejumlah fasilitas umum seperti rumah tempat pengunjung berisitirahat, juga beberapa buah gazebo yang  dibangun Pemko Tanjungpinang itu mulai tampak hancur berantakan. Akibat sudah lapuk dan tua.
Fasilitas-fasilitas lainnya semisal tong sampah, kursi peranginan, dan papan informasi sejarah juga tidak dirawat dengan baik oleh pemerintah. Sampah terpantau berserakan di mana-mana.
Tidak hanya itu, kini tempat tersebut mulai dikelilingi rimbunan semak belukar, bahkan menjalar hampir menutupi makam raja dan bekas reruntuhan bangunan bersejarah.
Nyaris takada satu pengunjung pun di lokasi tersebut, apalagi petugas yang menjaga “Istana Kota Lama” itu.
“Jangankan pengunjung, petugas jaga pun tidak ada ditempatkan di situ,” imbuh Rudi.
Sementara, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang, Saparuddin, mengatakan saat ini Pemko Tanjungpinang kesulitan memelihara destinasi wisata tersebut karena terganjal anggaran operasional.
“Memang anggaran operasionalnya sangat minim atau kurang sekali,” ucap Saparuddin.
Akibat kekurangan anggaran, Disbudpar mengambil kebijakan untuk mempekerjakan petugas kebersihan sesuai kebutuhan.
“Kalau lokasi destinasi wisata itu sudah sangat kotor baru petugas kebersihan dibayar untuk membersihkannya,” ucapnya.
Lanjutnya, selama ini tidak ada anggaran untuk menyewa petugas jaga, sehingga lokasi itu dibiarkan begitu saja tanpa ada penjaganya.
Meski begitu, Pemko Tanjungpinang sudah meminta Pelindo I Tanjungpinang untuk mengelola destinasi wisata tersebut. Permintaan itu pun disetujui oleh pihak Pelindo.
“Kemarin Pak Wali Kota meminta Pelindo mengelola Istana Kota Lama ini dan Pelindo pun menyetujui,” tuturnya.
(Mn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here