TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mengamankan 70 item produk pangan olahan dan satu macam alat kosmetika yang tidak memiliki izin edar (Ilegal) senilai Rp300 juta, di kawasan pelantar II Tanjungpinang, Selasa (21/5) sore.
Kepala BPOM Tanjungpinang, Mardianto mengatakan, produk-produk tersebut berasal dari luar negeri, seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.
“Pengungkapan ini merupakan hasil pengawasan dan pemeriksaan kami selama dua minggu terakhir, dengan dibantu laporan dari masyarakat setempat,” kata Mardianto usai menggrebek gudang toko milik pria berinisial “D” tersebut.
Lanjut Mardianto, pihaknya segera memanggil “D”untuk dimintai keterangan dan diproses sesuai aturan yang berlaku terkait kepemilikan barang pangan olahan dan kosmetika itu.
Perbuatan D, kata Mardianto, sebagaimana diatur dan melanggar Undang-Undang Pangan Pasal 142 Nomor 18 tahun 2012 dan Pasal 106 Ayat 1 Juncto Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 Tentang Alat Kesehatan.
“Ini merupakan yang kedua kalinya, sebelumnya kami sudah mengingatkan dan membina pemilik toko tersebut,” jelasnya.
Dia turut menjelaskan, produk-produk itu  selama ini hanya dijual ke toko-toko tertentu yang sudah menjadi pelanggan tetapnya.
“Dia tidak menjual untuk dipajang seperti di swalayan atau supermarket, tetapi dijual secara sembunyi,” imbuhnya.
Sementara ini, lanjutnya, produk ilegal tersebut sedang diamankan di gudang BPOM Tanjungpinang sambil menunggu proses penindakan selanjutnya.

BPOM Tanjungpinang turut menegaskan, barang ilegal itu tidak boleh diperjualbelikan apalagi di konsumsi oleh masyarakat luas, karena tidak ada yang menjamin produk-produk itu aman dan sehat.
(Mn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here