BINTAN, SIJORITODAY.com — Polres Bintan, berhasil mengungkap tindak pidana kasus narkoba dengan mengamankan barang bukti sebanyak 118,521 kilogram narkoba jenis sabu-sabu.
Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi telah menetapkan tiga tersangka yang berperan sebagai kurir narkoba, yakni JF (38), SY (38), dan ZH (36).
Ketiganya merupakan warga Pulau Bintan, yang bekerja sebagai supir bus anak sekolah di daerah itu.
“Kasus ini terungkap berkat kerjasama Tim Polsek Bintan Utara dan Reskrim Polres Bintan,” kata Kapolres Bintan, AKBP Boy Herlambang saat menggelar konferensi pers di Mapolres Bintan, Bintan Buyu, Kabupaten Bintan, Rabu (4/9).
Menurut Boy, pengungkapan kasus tersebut berawal dari adanya informasi bahwa akan ada transaksi narkoba di Pantai Sakera, Kecamatan Telok Sebong, Jumat malam.
Lanjut Boy, sekitar pukul 19.00 WIB tim bergerak menuju lokasi, di sana polisi mengamankan tersangka JF berikut mobil fortuner warna abu-abu yang dikendarainya.
JF lalu diarahkan petugas ke rumahnya di Perumahan Antasari, Gang Riang, Kecamatan Telung Sebong.
Di kediaman JF, polisi kembali mengamankan satu tersangka lainnya yakni SY.
Petugas kemudian menggeledah rumah JF dengan disaksikan oleh Ketua RW dan RT setempat.
Hasil penggeledahan, ditemukan sabu-sabu seberat 118,521 kilogram yang tersimpan di dalam beberapa koper besar.
Antara lain, di dalam kamar mandi ditemukan tiga koper berisikan 99 bungkus besar sabu-sabu, lalu di dalam mesin cuci sebanyak tiga bungkus besar dan satu bungkus sedang sabu-sabu.
Selain itu, ditemukan pula 17 bungkus besar sabu-sabu di dalam mobil kijang kapsul biru yang terparkir di halaman rumah JF.
“Setelah selesai menggeledah, kita interogasi kedua tersangka bahwa ada satu tersangka lainnya bernisial ZH. Kemudian tim bergerak dan berhasil menangkap Zh di lokasi berbeda,” ungkap Boy.
Boy turut mengungkapkan, barang bukti sabu-sabu yang telah diamankan itu berasal dari negera Malaysia dan dikirim melalui perairan Senggiling, Bintan.
“Barang itu dikirim menggunakan jerigen. Selanjutnya dikumpulkan di rumah JF,” sebut Boy.
Setelah itu sabu-sabu tersebut dimasukkan ke dalam koper besar, kemudian akan ada perintah dibawa menuju Pelabuhan Dompak, Tanjungpinang dengan menggunakan mobil fortuner yang sudah dimodifikasi di bagian lantainya agar bisa dimasukkan sabu-sabu.
“Sabu-sabu akan dibawa menggunakan kapal, untuk didistribusi ke Pulau Sumatera dan Jawa,” imbuhnya.
Akibat perbuatannya, JF, SY, dan ZH dijerat Pasal pidana Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, Pasal 114 ayat 2 dan atau Pasal 112 ayat 2 Juncto Pasal 113 ayat 2 Juncto Pasal 132 ayat 2 dengan ancaman hukuman mati.
(Mn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here