TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com — Polres Tanjungpinang menggelar Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH)  di lapangan Apel Mapolres Tanjungpinang, Rabu (4/9/2019).

Adapun Personel Polres Tanjungpinang yang di PTDH sebanyak satu orang yaitu Brigadir Lian Hefirmansyah, jabatan terakhir sebagai anggota Sat Samapta Polres Tanjungpinang.

Menurut Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi, Lian dipecat karena telah melakukan tiga pelanggaran, di antaranya terlibat kasus narkoba pada tahun 2015 sewaktu masih berdinas di Polres Bintan.

Kemudian yang bersangkutan juga melakukan pelanggaran disiplin dengan tidak mengikuti kedinasan selama 22 hari.
Kemudian di tahun 2016 terbukti mengkonsumsi Narkoba setelah dicek urin dan dinyatakan positif.

“Dia juga melakukan pelanggaran kode etik terbukti mengkonsumsi Narkoba setelah dicek urin dan dinyatakan positif tepatnya di tahun 2018 sewaktu berdinas di Polda Kepri,” ujar Ucok.

Menurut Ucok, Polres Tanjungpinang telah berkomitmen untuk menindak tegas setiap tindakan penyimpangan perilaku personil yang dilakukan oleh oknum anggota Polri/ PNS Polri khususnya Polres Tanjungpinang.
Hal ini dilakukan demi menjaga etika, moral dan perbuatan agar sesuai dengan norma dan jalur yang telah digariskan.

Ucok juga mengimbau Kepada Lian setelah kembali ke masyarakat agar dapat bergaul dan bermasyarakat dengan baik, sehingga dapat menjadi contoh dan tauladan yang baik dalam kehidupan bermasyarakat.

“Saya yakin dan percaya saudara Lian dapat berpeluang lebih baik lagi dalam berkarir diluar organisasi Polri. Jagalah nama baik Polri dan selalu hindari perbuatan tercela, perbuatan pidana dan perbuatan lain yang dapat merugikan,” ucapnya.
“Jadikan momen ini sebagai kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik lagi ke depan demi masa depan diri dan keluarga,” katanya lagi.

Dalam kesempatan ini, Ucok mengajak seluruh personel Polres Tanjungpinang mengambil hikmah dan pelajaran dari upacara PTDH ini.

Dia mengajak seluruh personel untuk dapat meaksanakan tugas dengan baik dan bertanggung jawab sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Bekerja dengan hati dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui peningkatan kinerja, pembenahan kultur dan peningkatan kemampuan mengelola media agar terwujud Polri yang promoter sebagaimana tercantum dalam program Quick Wins point 6 yaitu Polri sebagai penegak Revolusi mental dan pelopor tertib sosial di ruang publik,” pungkasnya.
(Mn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here