TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com -‘ Mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Arifin Natsir, ditahan Polda Kepulauan Riau terkait dugaan kasus korupsi Monumen Bahasa Melayu di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang dengan nilai pagu anggaran proyek senilai Rp12,5 miliar.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Polisi Erlangga, menyatakan Arifin Natsir ditahan setelah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Kepri, Batam, Senin (30/9).

“Usai diperiksa, tersangka langsung kami tahan,” ujar Erlangga, Selasa (1/10).

Selain Arifin Natsir, Kata Erlangga, pihaknya juga menahan dua tersangka lainnya, yaitu Direktur PT Sumber Tenaga Baru, Yusuf dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Muhammad Yasir.

“Keduanya sudah ditahan sejak sekitar seminggu yang lalu,” jelasnya.

Proyek Monumen Bahasa Melayu di Pulau Penyengat dibangun di masa Gubernur Provinsi Kepri, (alm) Muhammad Sani sebagai wujud penghormatan dan penghargaan Pemerintah Provinsi Kepri atas jasa-jasa Raja Ali Haji, sebagai pahlawan nasional di bidang bahasa.

 

(Mn)
Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here