SIJORITODAY.com — Pusar berbau mungkin biasa karena sering luput dibersihkan. Namun, bagaimana dengan pusar bernanah? Faktanya, pusar adalah tempat di mana kuman dapat terperangkap dan berkembang biak.  Pusar memiliki banyak lipatan yang memungkinkan terjadi penumpukan sel kulit mati, keringat, dan berbagai mikroorganisme. Terlalu banyaknya kuman dapat menyebabkan infeksi yang bisa menimbulkan keluarnya cairan, misalnya nanah dari kulit.

Penyebab pusar bernanah

Keluarnya cairan dari pusar atau pusar bernanah bisa disebabkan oleh hal-hal di bawah ini.

  1. Infeksi jamur

Infeksi jamur pusar ditandai dengan gatal yang menyakitkan dan sensasi terbakar. Penyebab terseringnya adalah jamur Candida. Kondisi ini disebut sebagai candidiasis.

“Candida albican tumbuh dengan baik pada udara hangat, daerah lembap, dan gelap seperti saluran kemih, mulut, hidung, dan pusar,” ujar dr. Reza Fahlevi.

Kandidiasis di pusar dapat menyebabkan kemerahan, gatal-gatal, dan juga bisa menyebabkan keluarnya cairan bertekstur tebal berwarna putih.

  1. Infeksi bakteri

Seperti tertulis dalam jurnal “PLOS One” tahun 2012, pusar adalah rumah bagi 70 jenis bakteri yang berbeda. Bila tidak rutin dibersihkan, kumpulan bakteri tersebut dapat menyebabkan infeksi. Tindikan di pusar juga dapat terinfeksi.

“Gejalanya antara lain adanya cairan kuning atau hijau dari pusar, nyeri, dan pusar membengkak. Akumulasi nanah dari jaringan yang meradang di sekitarnya dapat membuat pusar berbau busuk akibat keberadaan bakteri anaerob,” jelas dr. Reza.

  1. Patent urachus

Patent urachus adalah suatu kelainan pada struktur urachus (saluran yang menghubungkan kandung kemih dan pusar saat janin masih berada di dalam rahim) yang normalnya sudah menutup sebelum bayi lahir. Penderitanya dapat mengalami infeksi saluran kemih berulang, keluarnya cairan dari pusar, kemerahan di sekitar pusar, dan nyeri perut.

  1. Kista sebasea

Dikatakan oleh dr. Theresia Rina Yunita, kista sebasea atau disebut juga sebagai kista epidermoid. Ini adalah suatu kantung tertutup yang bisa ditemukan di bawah kulit termasuk pusar dan mengandung sel kulit mati, keratin, dan bagian kulit lainnya.

“Kista ini teraba kenyal dan mudah digerakkan dan umumnya tidak menimbulkan nyeri. Warna kista sebasea dapat kekuningan atau berwarna seperti daging, yang jika pecah akan mengeluarkan bahan berminyak yang menyerupai pasta atau keju,” kata dr. Theresia memaparkan.

  1. Diabetes

Kondisi seperti diabetes dapat membuat pengidapnya lebih berisiko mengalami keluhan seperti keluarnya cairan dari pusar pada beberapa waktu. Studi dalam “Journal of Pediatric & Adolescent Gynecology” tahun 2013 menemukan adanya kaitan tingginya gula darah dan infeksi jamur Candida.

Pengidap diabetes sering kali memiliki kadar gula darah yang melebihi batas normal, dan jamur menyukai gula. Kondisi tersebut menjadikan jamur menyebar lebih mudah dalam tubuh dan kulit.

Kapan harus periksa ke dokter?

Bila sampai ada cairan yang keluar dari pusar, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Bila ada infeksi, maka dokter dapat menanganinya sesegera mungkin. Tanda lain infeksi yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Demam
  • Nyeri atau gangguan berkemih
  • Nyeri otot perut
  • Kemerahan di area sekitar pusar
  • Area di sekitar pusar teraba lunak

Mengingat fakta bahwa pusar bisa menjadi tempat berkumpulnya kotoran dan mikroorganisme, kebersihan pusar jangan lagi disepelekan. Caranya sangat mudah, yaitu membersihkannya dengan air dan sabun saat mandi.

Selain itu, pastikan untuk mencuci tangan sebelum memegang pusar, begitu juga setelah memegangnya, apalagi bila hendak makan. Dengan demikian, Anda tak hanya mengurangi jumlah bakteri maupun jamur yang bersarang di sana, tetapi juga menjaga kebersihan tangan dari kuman yang berpotensi menimbulkan penyakit.

Untuk mencegah infeksi, jangan lupa untuk membersihkan pusar secara rutin saat mandi, ya!

 

Sumber : Klikdokter.com/msr

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here