BATAM, SIJORITODAY.com — Di kawasan Legenda, tampak beberapa pesepeda tengah mengayuh sambil melihat kiri-kanan jalan. Menggunakan jas hujan berwarna hijau stabilo, tujuh pesepeda itu kelihatan sangat menikmati “gowesnya” walau diguyur hujan lebat.

Tepat di warung Mie Tarempa, ketujuh pesepeda ini menepi dan masuk ke warung tersebut. Tak disangka, ketujuh pesepeda itu Kapolda Kepri Irjen pol Andap Budhi Revianto S.IK berserta pejabat utama Polda Kepri. Ketujuh petinggi Polda Kepri itu telah menempuh beberapa rute dengan sepeda.

Meski hujan lebat mengguyur kota Batam, tidak berarti menyurutkan langkah untuk melaksanakan patroli. Menurut Kapolda Irjen Pol Andap Budhi Revianto, di musim hujan seperti ini, memang harus langsung memantau kondisi ril dilapangan.

“Sebuah pesan sederhana, Pimpinan harus berada bersama – sama dengan anggota di lapangan untuk melayani masyarakat dalam kondisi apapun, Jadi dalam memimpin, Pimpinan bukan sekadar berkata-kata, sebaiknya langsung mencontohkan, leads by the example, Satu ketauladanan akan lebih berarti daripada sejuta arahan,” kata Kapolda.

Dalam kesempatan tersebut Kapolda Kepri juga mengingatkan bahwa tantangan itu adalah peluang. Peribahasa Tak lapuk karena hujan, tak lekang karena panas harus diimplementasikan.D

“Dalam kondisi apapun kita harus meneguhkan komitmen untuk terus menjaga Bunda Tanah Melayu, Bumi Segantang Lada, Kepri yang kita cintai Bersama,” lanjut Irjen Pol Andap Budhi Revianto S.IK.

Saat ditanya rute yang dilaluinya, Kapolda menyebutkan dimulai dari Kawasan industri terpadu Kabil. Setelah dari Kabil, patroli bersepeda menuju Punggur. Setelah menyusuri sepanjang kaveling Punggur, patroli bersepeda menuju kawasan perumahan Legenda.

Dikawasan Legenda, patroli bersepeda yang dipimpin Kapolda Kepri mengunjungi 6 (enam) gereja, antara lain Gereja HKBP Batam Center, Gekisia, GPDI Bethesda, Bethel Oikumene, GMII Eben Haerzer dan Gereja GKI Duta Mas.

Patroli bersepeda selanjutnya menyusuri kawasan Industri PT Panasonic untuk memantau situasi lapangan dan berakhir di Mie Tarempa untuk konsolidasi sekaligus rehat. (Hm/Ham)

Editor: Taufik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here