ANAMBAS, SIJORITODAY.com — Banjir yang kerap melanda Desa Ulu Maras, Kecamatan Jemaja Timur, ketika musim penghujan tiba tak hanya membuat masyarakat khawatir rumahnya terendam, namun juga dari serangan buaya.

“Terus terang kami sangat kuatir dengan banjir ini, karena bisa saja buaya bisa masuk ke pemukiman kami,” ujar Arpiandi.

Menurut Ketua RT 3, Desa Ulu Maras, Arpiandi, genangan air mulai naik pada pagi hari hingga menjelang sore. Warga pun diminta untuk tetap waspada, jika pada malam hari hujan turun warga segera mengungsi ke titik lokasi pengungsian.

“Meski belum diketahui berapa jumlah kerugian materi, namun sejumlah warga mengaku kuatir jika air masih tetap pada ketinggian dada orang dewasa, buaya akan naik ke rumah warga,” sebut Apriandi dengan nada cemas.

Seperti diketahui sebelumnya, warga mengaku kuatir dengan hujan yang terjadi pada benerapa pekan belakangan. Seperti yang diungkapkan Suryawan (35) warga Desa Ulu Maras mengaku khawatir dengan tingginya curah hujan pada sepekan terakhir.

Menurutnya, hujan yang tidak kunjung reda, akan mengakibatkan debit air akan bertambah dan akhirnya terjadi genangan di sekitar wilayah pemukiman warga.

Kekhawatiran ini juga cukup membuat sejumlah tokoh dan pemerhati lingkungan lainnya gelisah. Salah satunya, Dedy Syahputra, dirinya mengungkap penyebab banjir di daerah setempat diakibatkan curah hujan tinggi sehingga ini menandakan kepulauan Anambas belum sepenuhnya baik atau dalam bahasa lokal disebut lawa.

“Ini menandakan bahwa Anambas butuh perubahan. Anambas butuh pemimpin yang peduli dan respon terhadap kondisi masyarakat,” ujar Dedy singkat.

Sebelumnya, Anggota DPRD Anambas dari Daerah Pemilihan Jemaja, Jemaja Timur, Ayub, saat dimintai tanggapannya mengungkapkan sampai saat ini pemerintah daerah belum memberikan perhatian lebih terhadap upaya penanggulangan banjir itu.

Menurut Ayub, Pemkab Anambas perlu secara rutin melakukan normalisasi sungai dari Dapit sampai ke Kuale Maras dan beberapa sungai besar.

Sebab, lanjut Ayub, penyebab utama banjir Ulu Maras adalah luapan air sungai yang berada di sekitar Ulu Maras.

“Kalau memang pemerintah serius dalam hal ini untuk mengatasi banjir, mudah dan bisa saja, silahkan lakukan normalisaai sungai dari Dapit sampai ke Kuala Maras, seperti pelebaran atau dikeruk atau istilahnya pendalam alur sungai,” ketus Ayub

Lebih lanjut Ayub menjelaskan, pada tahun 2013 lalu, Pemerintah Kabupaten melakukan program normalisasi sungai Air Terjun Naraja sepanjang satu kilometer dan langsung dipasang batu miring.

“Hari ini sungai sudah semak, pemeliharaan buat normalisasi sungai aje tak ade lagi,” ucap Ayub nyeleneh. (Tim-SJT)

Editor: Taufik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here