TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – –Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meningkatkan penyidikan dugaan korupsi di Bintan.

“Sebagaimana pemberitaan media massa hari ini yang intinya KPK telah melakukan klarifikasi terhadap AS yg kabarnya menjabat Bupati Bintan terkait dugaan penyalahgunaan kewenangan di area pelabuhan,” kata koordinator MAKI, Boyamin Saiman melalui siaran persnya.

Menurut Boyamin, MAKI mendesak KPK untuk memberikan keterangan yang transparan untuk mencegah simpang siur dan polemik yang justru akan mengaburkan perkara pokoknya, sehingga akan menghambat pemberantasan korupsi.

Di akui Boyamin, transparansi ini sangat dibutuhkan karena untuk membuat terang adanya isu dugaan rekening di kasino oleh Kepala Daerah.

“Kami mendesak KPK untuk segera meningkatkan perkara ini ke tahap Penyidikan dan sekaligus menetapkan Tersangka terhadap siapaun tanpa pandang bulu jika telah ditemukan dua alat bukti dalam perkara ini,” tandasnya.

Selanjutnya, Boyamin juga berharap KPK untuk menerapkan pasal pencucian uang jika dalam perkara ini ditemukan dugaan menyembunyikan uang di rekening luar negeri termasuk rekening kasino.

“MAKI akan mengawal perkara ini untuk secepatnya dituntaskan termasuk mencadangkan upaya Gugatan Praperadilan jika penanganan perkara mangkrak sebagaimana telah dilakukan MAKI dalam perkara mangkraknya perkara korupsi tunjangan perumahan DPRD Natuna oleh Kejati Kepri,” tegas Boyamin.

Oleh sebab itu, secara tegas, Boyamin mendesak kepada Bupati Bintan agar tidak sembunyi, mesti tampil dan tunjukkan muka untuk memberikan keterangan yang jelas kepada rakyatnya.

“Saya minta Bupati Bintan jangan sembunyi, dia harus tunjukkan wajah terkait apakah benar telah diperiksa KPK dan sekaligus menerangkan benar tidaknya dugaan penyalahgunaan wewenang sehingga Bupati merasa tetap bertanggungjawab terhadap rakyatnya,” pinta Boyamin. TF)

Editor: Taufik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here