TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com —¬†Kantor Imigrasi Kelas I Tanjungpinang, Kepulauan Riau, telah mendeportasi 50 warga negara asing (WNA) selama tahun 2019.

Mereka umumnya melanggar hukum seperti narkoba dan ilegal fishing.

“Mereka yang dideportasi merupakan WNA yang tersandung masalah hukum di Tanjungpinang. Seperti narkoba dan ilegal fishing,” ungkap Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tanjungpinang, Hongky Juanda, Senin (30/12) kemarin.

Dikatakan Juanda, kasus pendeportasian pada tahun 2019 ini tampak menurun dibandingkan 2018, sebanyak 186 WNA.

“Mereka sudah menjalani hukuman yang ditetapkan oleh pengadilan, kemudian kita deportasi ke negara masing-masing,” katanya.

Imigrasi Tanjungpinang, lanjut Juanda, akan memperketat pengawasan terhadap WNA yang masuk ke Tanjungpinang.

“Kami sangat selektif, WNA yang harus menguntungkan negara. Kalau merugikan negara, akan kita tolak,” sebutnya.

Selain itu, selama 2019 ini Imigrasi juga menolak 70 Warga Negara Asing (WNA) masuk ke Kota Tanjungpinang selama tahun 2019 ini, penolakan tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun 2018 sebanyak 27 WNA.

Dia mengungkapkan terdapat sejumlah faktor penyebab penolakan itu, antara lain WNA tersebut berperilaku tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku di Tanjungpinang.

Misalnya dalam kondisi mabuk saat masuk ke Tanjungpinang. Kemudian ada WNA yang masuk memiliki tujuan di luar maksud kedatangannya.

“Tujuannya wisata, tapi setelah kami wawancara ternyata ada niat lain di luar itu,” tegas Juanda. (Mn)

Editor: Taufik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here