TANJUNGPINANG, SIJORITODAY– Rapat dengar pendapat membahas pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Laman Boenda, berlangsung alot. Pasalnya, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tanjungpinang mengaku tidak setuju pemindahan tersebut.

“Kami tidak setuju untuk dipindahkan ke melayu square, sedangkan di melayu square itu sudah banyak pedagang, sedangkan pedagang disitu juga pendapatan juga sedikit, ketika ditambah lagi pedagang yang baru, maka secara otomatis pedapatan pedagang sangat minim sekali,” kata Dedi Irwansyah, selaku Sekretaris Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tanjungpinang-Bintan, Selasa (7/1).

Menurut Dedi, mahasiswa bersama puluhan PKL akan memperjuangkan untuk tetap berjualan di Laman Boenda.

“Jadi setelah hasil RDP ini, kita akan membawakan pernyataan sikap kita kepada Walikota Tanjungpinang untuk memastikan bahwasanya masyarakat PKL tetap berdagang di Laman boenda tetapi dengan menjaga kerbersihan dan ketertiban,” ujar Dedi.

Sementara, Ketua Komisi II DPRD Kota Tanjungpinang, Fengki Fesinto, mengatakan rapat ini diadakan guna menampung aspirasi dan keinginan perwakilan PKL terkait pemindahan PKL dari Laman Boenda ke Melayu Square.

“Prinsipnya kita menampung kemudian kita lakukan kajian, baik kajian hukumnya, kajian perdanya, dan kajian perwakonya,” ujar pimpinan sidang, Fengki Fesinto.

Fengki mengaku, sebelumnya pada tahun 2018 lalu, sudah ada pembahasan antara Pemko dan PKL yang dimediasi DPRD kota menyangkut pemindahan tersebut.

“Ternyata ditahun 2018 bulan maret ada sebuah mediasi, yang juga dilakukan oleh di komisi II sebelumnya. Nah, disitu ada semacam kesepakatan antara pihak PKL dan Pemko, dengan syarat menggunakan semacam alat ngasong atau mobile untuk berjualan. Artinya tidak boleh menetap atau permanen,” ujarnya kembali.

Lanjutnya, ketika kesepakatan sebelumnya sudah di capai bersama, maka sebelum ada kesepakatan yang baru, maka kesepakatan yang sebelumnya harus di sepakati, sampai adanya sebuah kesepakatan baru tersebut.

Usai rapat dengar pendapat bersama, sejumlah perwakilan mahasiswa dan pedagang kembali pulang. Hasil RDP tersebut akan diserahkan kepada Wali Kota untuk dipelajari sebagai bahan pertimbangan. Hadir pada rapat dengar pendapat ini, puluhan pedagang kaki lima laman boenda, Gerakan Mahasiswa Nasinal Indonesia (GMNI) Tanjungpinang-Bintan, Mahasiswa STISIPOL, Kasatpol PP Tanjungpinang, Kepala BUMD Tanjungpinang, Kabag Ekonomi, dan Camat Tanjungpinang Kota. (Ham)

 

Editor: Taufik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here