NATUNA, SIJORITODAY.com– Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menegaskan tetap mengutamakan nelayan lokal. Hal itu disampaikan Mahfud, saat temu ramah bersama masyarakat nelayan setempat, yang berlangsung di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa, Kecamatan Pulau Tiga, Rabu (15/01/2019) siang kemarin

Menurut Mahfud MD, terkait rencana pengiriman nelayan asal Pantura untuk meramaikan perairan Natuna, Mahfud mengaku akan tetap mengutamakan para nelayan lokal.

“Tidak mungkin Pemerintah memobilitasi nelayan pantura kesini, tanpa memperhatikan nelayan lokal. Nelayan Natuna tetap akan kita nomor satukan,” janji Mahfud didepan para pejabat dan nelayan Natuna.

Mantan Ketua MK itu menuturkan, bahwa pihaknya bersama KKP dan sejumlah Kementerian terkait, akan segera membangun sarana bagi pemanfaatan laut di Kabupaten berusia 20 tahun tersebut.

Untuk itu ia meminta agar masyarakat nelayan Natuna dapat menerima para nelayan dari Pantura, sebagai mitra kerjasama untuk mengelola hasil laut secara maksimal.

“Kami bersama KKP sudah sepakat, akan mensejahterakan nelayan Natuna sebagai masyarakat maritim. Jangan khawatir lah, kita akan lindungi hak-hak nelayan lokal. Salah satunya Pemerintah akan menjamin keamanan bagi para nelayan,” tegas dia lagi.

Dalam dialog singkat tersebut, salah seorang tokoh maritim, Rodhial Huda, mewakili nelayan Natuna menyampaikan, bahwa sejatinya nelayan setempat hanya khawatir jika para nelayan dari pantura melakukan aktifitas penangkapan ikan dengan menggunakan cantrang, yang diyakini dapat merusak ekosistem laut Natuna.

“Jangan sampai kita keluar dari mulut harimau, masuk kemulut buaya,” tegas Rodhial Huda, lewat sebuah pantun.

Rodhial juga meminta agar Pemerintah dapat memberikan pengawalan ketat, terhadap para nelayan yang mencari ikan diperairan Laut Natuna Utara, yang dekat dengan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Sebab selama ini para nelayan tempatan selalu dihantui dengan keberadaan Kapal Ikan Asing (KIA), yang acapkali melakukan penangkapan ikan disekitar wilayah Indonesia.

“Kami juga meminta agar nelayan Natuna didahulukan, terutama dibidang pemberdayaannya,” pungkas Rodhial. (Iwan)

Editor: Taufik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here