TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tanjungpinang, akan meningkatkan pengawasan terhadap penyaluran elpiji bersubsidi di ratusan pangkalan resmi penjual elpiji 3 kg agar tepat sasaran.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi Pengembangan Usaha, Disperindag Kota Tanjungpinang, Mohammad Endy Febri di Tanjungpinang, Rabu (15/1) lalu.

“Kita khawatir ada pangkalan menjual elpiji subsidi ke pengusaha, sehingga warga tidak mendapat bagian,” ucapnya.

Disamping itu, Disperindag juga memperketat pengawasan pangkalan bandel yang menjual elpiji subsidi di atas Harga Enceran Tertinggi (HET). Sebab, sepanjang 2019 ada tiga pangkalan yang diberi surat teguran karena menjual di atas HET, di mana harga elpiji 3 kg Rp18 ribu per tabung di jual Rp19 ribu per tabung.

“Surat teguran itu kami kirim ke agen mereka. Kemudian, agen berwenang memberi sanksi mulai dari pengurangan kuota hingga pencabutan izin pangkalan,” sebut Febri.

Saat ditanya soal penambahan, Febri menyatakan tak ada penambahan kuota gas elpiji tiga kilogram untuk daerah itu pada 2020.

“Kuota tersebut masih sama dengan 2019 yaitu 6.435 metrik ton,” tandasnya.

Menurut dia, jikapun ada penambahan kuota elpiji 3 kg, maka itu menjadi tugas PT Pertamina Regional Kepri untuk mengusulkan ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

“Kami tak punya wewenang mengusulkan maupun menambah kuota tersebut,” ujarnya.

Ia mengatakan berdasarkan pengalaman tahun 2019, kuota elpiji 3 kg itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Tanjungpinang.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa elpiji 3 kg merupakan program subsidi pemerintah, sehingga peruntukannya buat masyarakat kelas bawah.

Sementara untuk masyarakat kelas menengah ke atas, selalu diimbau supaya menggunakan elpiji 5 kg dan 12 kg.

“Begitu juga rumah makan menengah ke atas. Kalau UMKM tak masalah memakai epliji subsidi,” imbuhnya. (Mn)

Editor: Taufik

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here