TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Ketua Komisi II DPRD Kepri, Ing Iskandarsyah meminta agar Gubernur, Bupati /Walikota di Kepri mereview kembali bagaimana menata dan memperkuat peningkatan kesejahteraan Nelayan di Kepri.

Permintaan itu diutarakan Iskandarsyah pasca peristiwa ‘panas’ yang terjadi di laut Natuna Utara. Peristiwa itu, menurutnya memberikan pelajaran kepada semua, bahwa negara dan pemerintah daerah belum mampu mengoptimalkan dan mengexplotasi Sumber Daya Alam terutama potensi perikanan di Laut Natuna Utara.

“Info yang saya dapatkan walaupun perlu di fix datanya bahwa Nelayan se-Kepri kurang lebih mencapai 100 ribu. Ini luar biasa jumlah nya. Selama ini, kita cuma bantu mereka tapi belum mampu mensejahteran mereka,” kata Iskandarsyah, Minggu (19/01/2020).

Nelayan Lokal, kata Iskandarsyah, harus di support untuk menggarap penangkapan ikan di atas 12 mil dengan cara melakukan modernisasi alat tangkap nelayan.

“Kalau perlu buat model usaha perikanan seperti BUMD perikanan. Nelayan bisa kita pekerjakan mereka sebagai pegawai BUMD perikanan dengan gaji tetap dan jika hasilnya besar bisa dapat bonus,” ujarnya.

Iskandarsyah menambahkan, potensi Laut Kepri adalah modal bisnis besar. Bisnis itu bisa saja melalui kerjasama antara pemerintah dan pengusaha dengan skema yang saling menguntungkan. Bahkan nelayan juga dapat menjadi karyawan dengan gaji tetap dan bisa mendapatkan asuransi kesehatan melalui BUMD Perikanan.

“Nelayan mungkin bisa kerja 3 minggu di laut dan 1 minggu cuti kerja di darat. Intinya harus buat model bagaimana kita mampu optimalkan potensi perikanan yg di curi Nelayan asing dengan Nelayan Lokal kita,” imbuhnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here