Teks photo: Wali Kota Tanjungpinang, H Syahrul

DATANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com — Disinyalir penyaluran rumah bantuan tidak layak huni untuk masyarakat miskin di kota Tanjungpinang tidak tepat sasaran.

Hal tersebut diakui Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul, Jumat (7/2/2020) kemarin.

“Hal seperti ini mestinya tak terjadi, penyaluran RTLH harus tepat sasaran, jangan hanya untuk kelompok atau orang tertentu saja,” kata Syahrul.

Syahrul menilai ada oknum Lurah dan RT/RW yang tak jujur dan amanah dalam menyalurkan progtan RTLH tersebut.

“Tak perlu saya sebut namanya, tentu akan kita evaluasi kinerjanya,” tegasnya.

Sebelumnya, Syahrul mendapat laporan bahwa terdapat satu keluarga yang terdiri dari bapak dan anak turut serta menerima program bantuan RTLH.

Syahrul mengakui program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2019 kemarin ada yang tidak tepat sasaran.

Maka dari itu, Syahrul mengingatkan kepada pihak kelurahan dan RT/RW untuk tidak bermain mata dalam penyaluran RTLH tahun 2020 ini.

“Lurah dan RT/RW adalah ujung tombak dalam menentukan siapa yang berhak menerima bansos RTLH, jangan ada main mata dengan calon penerima RTLH,” kata Syahrul.

Syahrul menyebut tahun ini kuota RTLH untuk Tanjungpinang sebanyak 300 unit, meningkat dibanding tahun 2019 sebanyak 200 unit.

300 unit RTLH itu akan disebar kepada warga yang membutuhkan di 18 kelurahan se Kota Tanjungpinang.

“Persyaratan penerima RTLH ialah warga tak mampu, yang punya sertifikat tanah atas nama pribadi, bukan orang lain,” tuturnya. (Mn)

Editor: Taufik

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here