PEKANBARU, SIJORITODAY.com– Ketua Umum DPP Forum LSM Riau Bersatu dan LSM Pilar Bangsa bersama

mendesak penegak hukum untuk mengusut proyek pagar beton rumah susun di kabupaten Kuantan Singingi. Pasalnya proyek yang baru selesai dibangun itu roboh. Padahal proyek tersebut baru serah terima kepada pemerintah setempat.

“Ini harus diusut, tidak mungkin baru selesai dibangun sudah roboh,” kata Ketua umum DPP Forum LSM Riau Bersatu, Robert Hendrico, Selasa (11/2/2020) siang tadi.

Selain itu, kata Robert pihak kontaktor harus memberikan klarifikasi kepada publik terkaitnya robohnya pagar beton yang baru saja selesai dibangun itu.

“Pengawas proyek juga harus menjelaskan penyebab robohnya pagar ini. Apakah memang karena force majeur, tapi jika kesalahan dalam kontruksi, maka bisa terancam pidana lima tahun sesuai Undang- undang Jasa Kontruksi nomor 18 tahun 1999 pasal 43,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan merujuk pada Undang- undang Kontruksi Nomor 18 tahun 1999, tanggung jawab yang disebut dengan jaminan kontruksi seperti yang diatur dalam bab VI pasal 25 ayat 2, kegagalan bangunan yang menjadi tanggung jawab penyedia jasa sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 terhitung sejak penyerahan akhir pengerjaan kontruksi dan paling lama 10 tahun.

Sedangkan dalam Peraturan Presiden nomor 54 Tahun 2010, juga menyebutkan tentang tanggung jawab dari penyedia jasa kontruksi tentang tanggung jawab melakukan pemeliharaan atas hasil pekerjaan selama masa yang ditetapkan dalam kontrak sehingga kondisi tetap seperti pada saat penyerahan pekerjaan.

“Tanggung jawab ini kami minta kepada pihak pelaksana proyek agar pelaksanaannya berdaya guna dan bermanfaat sehingga negara tidak dirugikan,” ungkapnya.

Disamping itu, Robert juga menduga awal pelaksanaan pembangunan rumah susun ini sarat masalah. Bahkan, peristiwa ini menunjukkan bahwa telah terjadi kegagalan kontruksi.

” Jika kontruksinya dilakukan dengan benar tentu kejadian ini tidak terjadi, dan banjir itu bukanlah penyebab yang utama. Maka kita minta Kapolda maupun Kajati Riau untuk mengusut tuntas hal ini agar jangan ada pihak lain dengan sengaja menganggap ini masalah kecil. Jika tidak, kita akan turunkan massa untuk mendemonya,” tegas Robert.

Robert juga menyesalkan surat yang dikeluarkan Bupati Kuansing yang terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa penyebab robohnya pagar dikarenakan banjir.

“Semestinya cukup saja diminta pembangunan kembali karena pagar yang baru selesai dibangun itu ambruk. Biarlah Penegak Hukum yang menyimpulkan kenapa pagar tersebut ambruk setelah dilakukannya penyelidikan terlebih dahulu,” pungkasnya. (Superleni)

Editor: Taufik

.

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here