TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tanjungpinang, Irwandi mengaku ada rencana kenaikan tarif sewa lapak pasar baru satu dan pasar baru dua, namun saat ini masih tahap awal, pihaknya nanti akan melakukan pengkajian terlebih dahulu.

“Yang melakukan pengkajian itu pihak ketiga, jika memang menurut mereka layak untuk dinaikkan ya silahkan, jadi kita ikut kajian itu, jadi tidak sepihak,” ungkap Irwandi kepada Sijoritoday.com, Jumat (7/2/2020).

Disinggung terkait tarif kenaikannya berapa, Irwandi mengatakan pihak BUMD masih menunggu hasil dari tim pengkajian, karena yang menentukan pengkajian adalah pihak ketiga.

“Untuk harganya itu dari mereka yang melakukan pengkajian, berapa layaknya, mereka yang menentukan,” ujarnya.

Irwandi menjelaskan, BUMD melibatkan pihak ketiga supaya nantinya proses penyesuaian tarif sewa lapak di pasar tersebut tidak terkesan dilakukan secara sepihak.

“Jadi supaya jangan BUMD menaikkan harga secara sepihak, maka kami libatkan pihak ketiga yakni dari UMRAH untuk melakukan pengkajian,” tutupnya.

Sementera pedagang Pasar Baru Satu dan Pasar Baru Dua Tanjungpinang mengaku belum mendapatkan sosialisai terkait adanya rencana kenaikan tarif sewa lapak.

Sementara, pedagang pasar baru dua Tanjungpinang mengeluhkan fasilitas yang tidak layak untuk mereka berjualan. pasalnya, fasilitas seperti meja masih terbuat dari kayu dan kini sudah mulai rapuh termakan usia.

“Fasilitas kurang layak, malah mau naikkan harga, seharusnya benahi dulu fasilitas baru naikkan harga,” kata rohimah yang merupakan salah satu pedagang pasar baru.

Rohimah bahkan mengeluhkan keadaan pasar baru yang tidak memadai itu, seperti meja yang masih terbuat dari kayu dan kini mulai reot.

“Ini meja yang dari BUMD sudah banyak yang lapuk. Karena banyak yang lapuk, banyak pedagang lain yang memperbaiki sendiri,” tutupnya. (Ham)

Editor : Taufik

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here