BATAM, SIJORITODAY.com — Sebanyak 142 korban Pekerja Migran Indonesia ilegal berhasil diselamatkan jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri dan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Barelang.

Wadir Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Kepri, AKBP Ruslan Abdul Rasyid mengatakan, ke 142 korban PMI ilegal ini diselamatkan polisi di komplek ruko Prima Sejati Batam Center, kota Batam.

Mereka diselamatkan sekitar pukul 20.00 WIB, Minggu (9/2/2020) lalu. Dari 142 PMI ilegal adalah 75 laki-laki dan 67 perempuan yang akan dipekerjakan di Malaysia sebagai Pekerja Ilegal.

“Ada tiga orang yang diamankan, yakni tersangka berinisial ND berperan sebagai pengantar pekerja migran dari penampungan ke Pelabuhan Internasional Batam Center, juga tersangka insial YD berperan mengumpulkan paspor di penampungan dan mengantar paspor ke pelabuahan Batam Center, kemudian tersangka inisial AG berperan menerima PMI Ilegal di Pelabuhan Batam Center. Sedangkan satu orang lagi berinisial BS yang berperan sebagai pengurus masih dalam pencarian (DPO),” sebut Wadir Reskrimum Polda Kepri.

Menurut AKBP Ruslan, modus operandi yang dilakukan oleh terduga tersangka yaitu melakukan penempatan Pekerja Migran Indonesia secara ilegal melalui pengurusan, proses pemberangkatan, pembuatan paspor dan sebagai nya, serta menyediakan sarana tempat penampungan secara ilegal, dimana ruko yang digunakan tersebut tidak terdaftar sebagai tempat penampungan Pekerja Migran Indonesia.

“Dari tiap calon PMI ilegal mengeluarkan biaya sekitar 5 sampai dengan Rp10 juta perorang untuk mengurus keberangkatan ke Malaysia,” ucap AKBP Ruslan.

Sementara barang bukti yang berhasil diamankan yaitu beberapa lembar Boarding Pass dan 7 (tujuh) buah paspor.

“Para tersangka ini dibidik Pasal 81 Undang Undang Republik Indonesia nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, dengan ancaman paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak rp. 15.000.000.000,00 ( lima belas miliar rupiah),” tutup AKBP Ruslan Abdul Rasyid. (Laka amun mama)

Editor: Taufik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here