TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com — Sekretaris Daerah Tanjungpinang, Teguh Ahmad Syafari buka suara soal PTT (Pegawai Tidak Tetap) di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Teguh merasa prihatin Pegawai Tidak Tetap (PTT) dilingkungan pemerintah Kota Tanjungpinang yang mendapatkan gaji Rp. 1.650.000.

“Sekarang ini kan PTT itu kan dibawah UMR, ada yang Rp. 1.650.000, saya pikir itu nilainya kecil ya Rp.1.650.000, tapi kita hargai pengabdian mereka kepada daerah, mudah-mudahan sebagai ladang ibadah bagi mereka,” kata Teguh Ahmad Syafari saat ditemui di Kantor Imigrasi Tanjungpinang, Rabu (12/2/2020).

Teguh bersungguh-sungguh jika peraturan Peratuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) berjalan akan ada pegawai honor yang akan dibayar diatas UMR.

“Nanti mudah-mudahan jika peraturan P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) ini berjalan tahun ini atau tahun depan kita sudah melakukan P3K, akan ada pegawai honor yang sudah P3K yang dibayar diatas UMR,” ujarnya.

Terkait nasib batas usia Pegawai Tidak Tetap (PTT), teguh mengatakan tidak ada aturan batas usia karena peraturan P3K belum berjalan.

“Sampai saat ini belum ada, karena saya tadi bilang aturan tentang pengangkatan PTT belum ada, kecuali nanti kalo kita P3K itu sudah ada P3K, bagaimana proses pengangkatan, ada ketentuannya peraturannya itu sah dimulai,” ucapnya.

Untuk kewenangan PTT tentang penambahan usulan itu sendiri kewenang dari BKD.

“Kewenangan di BKD, BKD nanti menyeleksi atas pengunduran diri seseorang kemudian ada usulan masuk,” ujarnya.

Untuk tahun ini belum ada PTT yang masuk atau penambahan, karena belum ada anggaran pada 2020 untuk PTT tersebut.

“Sampai saat ini tidak, terakhir pada akhir tahun kemarin yang sisipan, gak mungkin kalo belum dianggarkan, anggaran 2020 tidak ada untuk PTT, kalo pun nanti ada harus ada anggaran dulu, disiapkan anggarannya dulu bersama DPRD,” tutupnya. (Ham)

Editor: Taufik

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here