Kabag Humas DPD I Golkar Kepri, Suyono

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – “Tidak ada kawan dan lawan abadi dalam politik, yang ada hanyalah kepentingan abadi”

Menjadi wajar jika dalam dunia politik, kerap menjumpai elite yang perilakunya tak karuan. Ibarat kutu loncat, fenomena ini seperti didasari hasrat meraih kekuasaan, bukan memperjuangkan perubahan sosial.

Nah, hari ini rakyat Tanjungpinang kembali disuguhkan tontonan bertajuk “dagelan” orang nomor dua di kota Tanjungpinang.

Ini terkait pengunduran diri Rahma dari partai Golkar ke partai Nasdem. Tanpa angin dan hujan, tentu keputusan itu cukup membuat syahwat politik bergelora. Seakan-akan ada sesuatu yang dahsyat melanda partai yang berlambangkan “pohon beringin”.

Tentu tidak, Kepala bagian (Kabag) Humas Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Kepri, Suyono mengatakan mundurnya Rahma dari Partai Golongan Karya (Golkar) tidak membuat partai yang diketuai Ansar Ahmad kecewa.

Pasalnya, Rahma memang layak untuk keluar karena tidak memiliki pendirian ataupun tidak memiliki Kredibilitas.

“Apa yang dilakukan oleh Rahma dulu juga pernah dilakukan di beberapa partai lainnya, kita serahkan kepada masyarakat, biar masyarakat yang menilai sejauh mana kualitas dia sebagai seorang pemimpin, pemimpin yang tidak memiliki kredibilitas, tidak memiliki pendirian,” ujar Suyono, Sabtu (22/02/2020).

Bahkan, lanjut dia, pihaknya tidak merasa rugi maupun kehilangan atas mundurnya Rahma dari partai Golkar.

“Kami tidak pernah merasa kehilangan kader, patah satu tumbuh seribu, mengingat partai ini telah dibangun sistem kaderisasi secara sistematis,” ucap Suyono dengan nada optimis.

Sebab, tambah Suyono, Partai Golkar tidak akan pernah menghalangi hak politik seseorang untuk meloncat kemanapun.

“Sebagai masyarakat tentunya kita melihat sebuah konsistensi seorang pejabat. Ketika dulu dia merengek-rengek meminta Golkar untuk mendukung untuk mendapatkan jabatan itu, tentunya masyarakat akan bertanya. Ya sejauh itukah kualitas seorang Wakil Walikota,” tanya Suyono.

Suyono juga menegaskan bahwa Partai Golkar tidak akan pernah merasa kehilangan kader, apalagi memang tipikal Wakil Walikota Tanjungpinang tersebut yang tidak komitmen alias kutu loncatan

“Sedikit pun tidak merasa kehilangan, pemimpin itu seharusnya memberi tauladan yang baik bagi masyarakat. Apalagi beliau seorang publik figur, tentunya menjadi perhatian semua orang,” pungkasnya.

Penulis: Sueb
Editor: Taufik

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here