PEKANBARU, SIJORITODAY.com – – Salah satu Pimpinan Divisi Bank Riau Kepri, inisial AM, dikabarkan dipanggil pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Pemanggilan ini terkait dugaan korupsi proyek promosi Bank Riau Kepri di Sultan Syarif Kasim II senilai Rp1,7 miliar.

Menurut sumber terpercaya, AM tiba di kantor Kejaksaan Tinggi pada Rabu (18/2) lalu, tepat pukul 09.00 WIB. AM ditemani dua orang lainnya langsung menuju ke lantai empat yaitu ruang Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau.

“Ya Sekira pukul 12.00 WIB, AM meninggalkan gedung Kejati Riau,” ucap sumber tadi.

Saat ditanya terkait pemanggilan, sumber ini menyebut adanya dugaan Mark up pada proyek promosi Bank Riau Kepri di Sultan Syarif Kasim II, yakni pemasangan Branding Iklan di Garbarata (kadang juga disebut tangga belalai) senilai Rp1,7 miliar pada tahun 2016 lalu.

Untuk memastikan informasi tersebut, awak media ini mengonfirmasi Kasipenkum Kejati Riau Muspidauan.

Kasipenkum Kejati Riau, Muspidauan

 

Kepada Sijoritoday, Muspidauan membenarkan adanya pemangilan terhadap AM. Namun, lanjut dia, pemanggilan itu hanya sebatas klarifikasi dan memberi keterangan.

“AM diundang dalam rangka klarifikasi dan dimintai keterangan,” tutur Kasipenkum, Muspidauan, Jum’at (22/2/20) kemarin.

Sebagaimana diketahui, sempat beredar informasi, proyek tersebut bermula pada 2016 lalu. Dimana PT MP disinyalir menguasai sejumlah proyek untuk bidang promosi.

Sehingga pada tahun 2016 ditemukan adanya proyek promosi fiktif di Bandara SSK II, pemasangan iklan di garbarata senilai Rp1,7 miliar. Dananya diketahui telah dicairkan, namun tidak dibayarkan ke pihak bandara.

Justru yang anehnya, pihak BRK tidak melaporkan kasus tersebut ke aparat penegak hukum dan justru pada tahun 2017, BRK menganggarkan kembali proyek yang sama dengan nilai nyaris dua kali lipat.

Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari BRK terkait perkara tersebut. Humas BRK Dwi Hardadi, saat dihubungi belum bisa memberikan komentar lebih jauh. Mengingat pihak terkait masih dinas luar.

“Saya pelajari dan diskusikan dulu dengan pihak terkait karena masih dinas luar,” ujarnya Dwi Hardadi singkat.

Penulis: Superleni
Editor: Taufik Kurahman

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here