ANAMBAS, SIJORITODAY.com — Warga Kecamatan Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas, mulai resah dengan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium yang sudah mulai terjadi sejak dua hari lalu.

Ironisnya, Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUMPP) Anambas, baru-baru ini menyebut stok dan kuota BBM tercukupi.

Salah seorang warga Jemaja, Heri kepada awak media mengaku sudah dua hari ini BBM jenis premium sulit diperoleh. Bahkan, sebut Heri, agen yang biasanya menampung BBM kehabisan stok.

“Sudah dua hari ini kami sulit mendapatkan BBM jenis Premium, informasi yang saya dapatkan, stok BBM di Agen penampung BBM kehabisan Stok,” ungkap Heri dengan nada kecewa, Minggu, (22/2/20) pagi.

Padahal kata Heri, beberapa hari yang lalu, dirinya sempat mendengar informasi terkait stok dan kuota BBM jenis Premium mencukupi.

“Statmen itu saya baca dibeberapa media online, di saat kegiatan koordinasi antar Satuan Reskrim Polres Kepulauan Anambas dengan Dinas DKUMPP Anambas yang terbit beritanya pada hari Jum’at (21/2/2020) lalu. Disitu disebutkan bahwa stok dan kuota BBM mencukupi,” ujar Heri.

Namun, lanjut Heri, fakta di lapangan berbeda dengan informasi yang disebutkan oleh dinas tersebut. Bahwa stok dan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di Anambas mencukupi.

“Ini aneh, katanya Anambas masih cukup stok BBM, tapi Jemaja kenapa kehabisan premium. Apakah Jemaja bukan Bagian dari Anambas, atau BBM tersebut belum habis di bilang sudah habis, ini perlu diperhatikan,” tegasnya.

Selain Heri, sejumlah warga Jemaja lainnya mengeluh terkait langkanya premium di daerahnya.

Joni Kusnadi misalnya, dirinya mengaku khawatir soal kelangkaan minyak jenis premium ini. Hal tersebut dapat menimbulkan kenaikan harga pada pedagang bensin eceran.

“Ini Akibat sulitnya mendapatkan BBM jenis Bensin di Jemaja, pedagang eceran sudah mulai curang menjual bensin,” tanda Joni Kusnadi.

Joni menilai, pedagang sudah ada yang menjual bensin melebihi harga normal. Justru, saat ini sudah ada pedagang eceran menjual seharga 15 hingga 20 ribu perbotolnya. Sedangkan harga normal 13 ribu perbotol.

“Perlu diketahui di Jemaja saat ini sudah banyak kendaraan roda empat yang bahan bakarnya bensin. Jadi perhatikan juga Kuota BBM di Jemaja untuk setiap bulanya,” tutur Joni.

Joni menambahkan, SPBU yang berada di Desa Landak sudah beberapa hari tutup alias tidak terlihat aktivitas penjualan BBM Jenis premium ini. Tepat pada pintu masuk SPBU, hanya terlihat tulisan Minyak Bensin habis.

“SPBU yang bertuliskan Pertamina yang berada di desa Landak juga sudah tutup beberapa hari yang lalu. Dan tidak ada aktivitas penjualan bensin di sana,” imbuhnya. (Tf)

Editor: Taufik

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here