TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com–¬†Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), menyebut tiga jenis penyakit yakni DBD, TBC, HIV/AIDS masih jadi ancaman serius yang perlu diwaspadai bersama pada tahun 2020.

“Tiga jenis penyakit ini jadi perhatian khusus bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat setempat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam di Tanjungpinang, Minggu.

Menurutnya, dari tahun ke tahun penyakit-penyakit tersebut cenderung mengalami peningkatan.

Berdasarkan data pihaknya tahun 2019, untuk penyakit DBD terdapat 300 kasus, dua kasus di antaranya menyebabkan korban meninggal dunia.

“Korban seingat saya, anak-anak,” ujar Rustam.

Kemudian untuk penyakit TBC dan HIV/AIDS selama 2019, lanjut dia, masing-masing tercatat ada 200 kasus dan 100 kasus.

“Khusus Penderita HIV/AIDS selama tiga tahun ke belakang didominasi kaum laki-laki, seiring meningkatnya fenomena hubungan seks sesama jenis (lelaki sama lelaki),” ujarnya.

Maka itu, Rustam mengajak kepada seluruh masyarakat buat menjalani pola hidup sehat, dengan menerapkan pola hidup sehat akan memberikan dampak terhadap kesehatan karena tiak mudah terserang penyakit.

Lebih baik melakukan pencegahan karena mengobati akan lebih mahal. Jadi agar tidak mudah sakit, masyarakat harus terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat, tambahnya.

Dia menjelaskan, untuk menerapkan hidup sehat dapat dilakukan dengan beberapa langkah. Yakni, melakukan aktivitas fisik setiap hari, makan sayur dan buah, cek kesehatan secara rutin.

Selain itu, lanjut dia perilaku sehat juga dapat didukung dengan menjaga kebersihan lingkungan serta tidak merokok.

“Saya yakin kalau langkah-langkah ini terus dipegang dan dilaksanakan, maka kesehatan masyarakat bisa terus dijaga,” ungkapnya.

Dia menegaskan, bahwa pemerintah hanya dapat memberikan sosialisasi, penyuluhan, serta edukasi terkait bagaimana masyarakat menjaga kesehatan dan kebersihan diri maupun lingkungan sekitar.

“Kalau kesehatan dan kebersihan lingkungan itu kembali lagi ke individu dan keluarga masing-masing. Jika kesadaran kita rendah, maka sulit buat mengantisipasi datangnya penyakit,” jelas Rustam.

Penulis: Mn
Editor: Taufik. K

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here