TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com– Anggota DPRD Provinsi Kepri, Rudi Chua menanggapi pidato Presiden Jokowi soal Presiden RI Joko Widodo menjanjikan memberi kelonggaran atau relaksasi dalam kredit selama satu tahun. Rudi Chua menilai kebijakan Presiden Jokowi sangat bijaksana ditengah kondisi masyarakat menghadapi pandemi Corona yang melanda Indonesia.

Namun, menurut Rudi Chua, perlu penjabaran lebih lanjut karena ada penafsiran atau pemahaman yang sedikit keliru bagi masyarakat.

Rudi menyebut bahwa penundaan itu bukan berati tidak membayar. Melainkan itu lebih cenderung kepada penjabaran kembali, baik untung pokok maupun bunga hutang.

“Jadi yang kita hadapi permasalahan di masyarakat sekarang adalah khususnya bank maupun pihak finance tentu tidak begitu gembira atau keberatan dalam menjalankan kebijakan jokowi ini,” kata Rudi Chua kepada awak media ini, Jumat (27/320).

Sebab, sebut Rudi, dirinya mengira bila ini diterapkan maka secara otomatis ada kerugian pada pihak finance atau bank.

“Nah ini mungkin yang menjadi hambatan di lapangan, karena debitur atau masyarakat harus mengajukan ke pihak bank dan fainance untuk dilakukan asesmen. Apakah nanti dia mengalami ketidakmampuan karena Covid-19 atau tidak.

Maka dari itu, Rudi berharap dalam hal ini perlu adanya kejujuran dari pihak bank dan fainance.

“Jangan karena untuk tidak mau, sehingga masyarakat yang benar-benar mengalami permasalahan malahan tidak dilakukan penjadwalan,” tandasnya.

Penulis: Hairi
Editor: Taufik. K

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here