TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Plt. Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Isdianto meminta pemerintah daerah menghitung secara cermat setiap dampak yang mungkin timbul dari kebijakan-kebijakan yang diambil dalam upaya penanganan bencana penyakit Covid-19.Tidak hanya dari sisi kesehatan dan keselamatan, tetapi juga sisi sosial ekonomi yang akan terancam.

Bahkan, Isdianto menegaskan bahwa kebijakan lockdown ini merupakan kewenangan Presiden Joko Widodo.

“Kalau masalah Lockdown, saya mengimbau kepada daerah, jangan buat kebijakan sendiri-sendiri, karena menyangkut perekonomian di daerah itu sendiri, Jangan lakukan lockdown sendiri, karena lockdown ini kewenangan bapak Presiden,” kata Isdianto, saat konferensi pers, Minggu (29/3), di Kantor Gubernur Kepri, Pulau Dompak.

Isdianto juga mengatakan alasan kenapa lockdown tidak diberlakukan Presiden karena melihat pertimbangan perkembangan perekenomian didaerah itu sendiri.

“Dengan pertimbangan-pertimbangan tentunya sendiri melihat daripada tentunya apa yang menjadi krusial apa tidak menyangkut perekonomian di suatu daerah itu sendiri,” ujarnya.

Lanjut Isdianto, alasan lockdown dapat mempengaruhi perjalanan masyarakat yang tidak bisa bolak-balik didaerahnya sendiri.

“Kenapa pak Presiden tidak melakukan lockdown yang pertama masyarakat kita tidak bisa bolak-balik ke daerahnya sendiri, kedua menyangkut pada perekomonian yang sangat diperhatikan jangan menurun,” tukasnya.

Sementara Ketua Ikatan Mahsiswa Kabupaten Lingga (IMKL), Ramadhani kepada awak media ini menyebut langkah kebijakan Bupati Lingga yang terlalu cepat menerapkan sistem lockdown di daerah menimbulkan pro dan kontra bagi masyarakat termasuk kalangan mahasiswa asal Lingga.

Dikatakan Ramadhani, yang perlu diterapkan adalah fasilitas dan sistem pemeriksaan kesehatan terhadap penumpang kapal.

“Percuma di lakukan lockdown kalau fasilitas kesehatan yg ada tidak mampu untuk mencegah penyebaran virus,” tandas Ramadhani.

Ramadhani berkeyakinan, pencegahan pandemi Covid-19 tidak harus menlockdown kapal. Akan tetapi, sambungnya, pemeriksaan terhadap penumpang kapal, baik yang pergi dan pulang melalui pelabuhan.

“Jadi tidak mesti kapalnya yang dihentikan atau di lockdown,” imbuhnya.

Sebelumnya, Bupati Lingga Alias Wello, memutuskan lockdown atau mengunci Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, selama 14 hari sejak Sabtu 28 Maret sampai tanggal 10 April 2020.

Tujuannya untuk mencegah penularan virus corona atau covid-19 ke daerah ini
Penulis: Ilham
Editor: Taufik. K

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here