TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com– Ketua Ikatan Mahasiswa Kabupaten Karimun, Usman menyatakan secara tegas tidak sepakat atas usulan pemerintah untuk ditetapkan Kabupaten Karimun sebagai jalur pintu masuk bagi TKI dari Malaysia dan Singapura, Senin (30/3/20).

Menurut ketua IMKK, Usman kepada awak media ini menyebutkan usulan yang di ajukan Plt Gubernur dinilai kurang tepat. Mengingat, kondisi perlengkapan alat kesehatan di Kabupaten belum memadai. Bahkan, Minimnya ketersediaan tempat atau lokasi yang terbatas.

“Pemerintah harus sadar akan kekurangan setiap daerah baik dari segi pengobatan, penginapan dan kebutuhan lainnya. Tentunya, hal ini akan menjadi kekhawatiran bagi masyarakat setempat,” jelas Usman.

Usman juga merasa yakin persoalan ini tentu belum memiliki kesiapan yang matang. Apalagi, tambah Usman, ada 3 (tiga) ribu jumlah TKI yang hanya dibagi dua jalur yakni Karimun dan Batam.

“Maka dari itu saya menyarankan agar pemerintah harus lebih memahami kondisi dan situasi daerah. Ya tentunya dengan keadaan seperti ini sama-sama kita lakukan penanganan yang lebih efisien dan efektif demi menjaga keselamatan kita bersama,” tandasnya.

Oleh sebab itu, Usman berharap pemerintah dan pihak terkait untuk mengkaji ulang kebijakan tersebut secara seksama.

“Pada dasarnya kami siap membantu pemerintah terkait penanganan Covid-19 di Kepri. Tapi, pemerintah mesti musyawarah agar keputusan itu tidak menjadi dampak bagi daerah semakin buruk nantinya,” imbuhnya.

Penulis: Hairi
Editor: Taufik. K

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here