Foto : Humas BNN

JAWA TENGAH,SIJORITODAY.com – – Dua tersangka pengedar sabu berhasil diciduk BNN Provinsi Jawa Tengah. BNN berhasil mengamankan barang bukti sabu sebanyak 500 gram. Penangkapan tersebut terjadi pada hari Jumat, 27 Maret 2020 di Kelurahan Mojo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah sekitar pukul 16.00 WIB.

Seperti dilansir BNN.go.id, pengungkapan berawal dari adanya laporan masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan oleh petugas BNNP Jawa Tengah. Berdasarkan hasil penyelidikan tersebut diketahui bahwa akan ada transaksi narkoba di SPBU Mojo.

Petugas BNNP Jateng pun selanjutnya mengamankan seorang pria berinisial WSN alias Nono di depan SPBU. Meskipun sempat lari saat akan ditangkap tersangka akhirnya berhasil diamankan beserta dengan 5 paket narkotika jenis sabu dengan berat masing-masing paket kurang lebih 100 gram.

Setelah dilakukan penyidikan diketahui bahwa tersangka WSN alias Nono diperintahkan oleh seorang warga binaan berinisial K (38) di LP klas II A Narkotika Tanjungpinang.

WSN alias Nono mengaku diperintahkan mengambil sabu di sekitar wilayah Benteng Portugis, Jepara ke Cilacap dan menunggu perintah selanjutnya dari tersangka K. Saat ini Tersangka WSN alias Nono telah diamankan petugas ke kantor BNNP Jateng dan tersangka K warga binaan di Tanjungpinang secepatnya akan dibawa ke Semarang guna proses penyidikan lebih lanjut.

Sementara itu, beberapa hari sebelumnya Rabu, 25 Maret 2020 petugas BNNP Jawa Tengah dan BNNK Magelang menangkap seorang pria berinisial FRA dengan barang bukti 0,52 gram sabu dan 10 butir pil ekstasi. Pengungkapan jaringan Magelang dan jaringan Batam – Jepara – Cilacap ini merupakan kerja sama BNNP Jawa Tengah, BNNK Magelang, dan LP Klas II A Narkotika Tanjungpinang.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Subsider Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal pidana mati.

Informasinya, Napi di Lapas Narkotika Kelas II A Tanjungpinang yang disebut BNNP Jateng itu tengah menjalani hukuman 9 tahun penjara terkait kasus narkotika.

Kepala Lapas Kelas II A Tanjungpinang, Wahyu mengaku belum mengetahui hal tersebut dikarenakan belum ada koordinasi pihak BNNP Jateng.

“Sampai saat ini belum ada koordinasi BNNP Jateng,” kata Wahyu menjawab Sijoritoday.com.

Wahyu mengatakan situasi yang masih fokus dengan wabah corona ini, semua mutasi narapidana dan pengiriman tahanan baru juga ditunda.

(Redaksi)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here