TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Dinas Ketenagakerjaan Koperasi dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang, masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat terkait program Kartu Pra Kerja yang rencananya dilaksanakan mulai awal tahun 2020.

“Petunjuk Teknis dari Kementerian juga belum ada, hanya kita diminta untuk mendata, mereka minta kita kirim,” kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan Koperasi dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang, Hamalis kepada awak media ini, Selasa (07/04) kemarin.

Ia juga mengatakaan sejauh ini kouta pra kerja itu sendiri belum mengetahuinya.

“Untuk kouta kita belum tahu, karena yang di dalam prakerja banyak jenisnya,” tuturnya.

Lanjutnya, ia menjabarkan pra kerja nanti juga akan melakukan pelatihan BLK terakreditasi, namun BLK di Kota Tanjungpinang belum terakreditasi.

“Jika nanti di jabarkan pra kerja ini nanti akan melakukan pelatihannya melalui BLK yang terakreditasi, sementara di Kota Tanjungpinang ini tidak ada yang terakreditasi BLK nya,” ujarnya.

Disamping itu, ia mengatakan ketentuan BLK terakreditasi suda merupakan ketentuan sejak lama, kententuan itu membuat tidak bisa melakukan pelatihan bentuk Kartu Pra Kerja tersebut.

“Ketentuan Pelatihan BLK terakreditasi itu sudah awal-awal dulu, seperti itu sebelum adanya pandemi corona ini, kalo itu menjadi persyaratan ke kita jelas kita tidak bisa, karena adanya BLK harus terakreditasi,” ujarnya.

Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari pelatihan pra kerja itu.

“Tindak lanjut selanjutnya, belum ada,” tutupya.

Penulis: Ilham
Editor: Taufik. K

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here