TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com — Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPSI) wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengancam akan menempuh jalur hukum apabila gaji supir bus pariwisata PT Ansvin Onbase Bintan Agro Beach Resort tidak dibayar oleh perusahaan.

Hal itu disampaikan Darsono selaku koordinator FSPSI wilayah Kepri setelah mengikuti pertemuan antara supir dan pihak perusahaan di aula Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kepri, Sabtu (18/4/20)

“Apabila tidak dibayarkan kami akan ajukan proses pidana, ada hukumnya. Kita akan paksa Disnaker buat berita acara,” ujar Darsono.

Darsono meminta agar owner PT Ansvin Onbase Bintan Agro Beach Resort hadir pada pertemuan berikutnya yang akan digelar pada hari Senin (20/4) mendatang di aula Disnaker Kepri.

FSPSI juga mendesak agar upah supir untuk bulan Februari-Maret dapat dibayarkan secara penuh oleh perusahaan.

“Pekerja minta Februari-Maret dibayar full sesuai upah minum 3.600.000,” katanya.

Selain itu, Darsono juga meminta agar perusahaan dapat membayarkan upah supir untuk bulan April sebesar 1.500.000 per bulan.

“Kalau untuk bulan April yah nego lah, tapi kita minta 1.500.000 per bulan,” katanya.

Sebelumnya PT Ansvin Onbase Bintan Agro Beach Resort merumahkan 60 supir karena Wisatawan Mancanegara (Wisman) dari Tiongkok berkurang. Bahkan per Februari Wisman asal Tiongkok dihentikan total. Penghentian ini berakibat pada tidak beroperasinya armada PT Ansvin sehingga para supir pun terpaksa dirumahkan.

Darsono juga menegaskan pihaknya akan memperjuangkan hak supir yang tergabung dalam FSPSI sebanyak 21 orang.

Ketua Organisasi Angkutan Darat, Elvi Edison atau yang kerap disapa Epi mengatakan tidak mempermasalahkan jalur yang ditempuh oleh FSPSI apabila upah supir tidak dibayarkan.

“Bagi saya tidak masalah, yang penting kita udah mediasi. Saya tidak berpihak sama perusahaan dan tidak mau merugikan anggota kita (supir-red),” kata Epi. (Taufik)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here