Pohon pisang tumbuh subur dijalanan berlubang di Km 25 Toapaya Asri, Selasa (28/4). Foto: (Btn/sijoritoday.com)

BINTAN, SIJORITODAY.com – – Pada 30 Oktober 2019 lalu, seorang warga Toapaya Asri Sugeng Prayitno melakukan aksi protes ke Dinas PUPR terkait kondisi jalan berlubang di Km 25 Toapaya Asri.

Warga itu menanam sebatang pohon pisang sebagai wujud aksi protesnya ke pemerintah. Ironisnya, hingga pohon pisang itu tumbuh dibahu jalan raya, jalanan tersebut tak diperhatikan dinas terkait.

Pohon pisang itu pun kini menunggu waktu untuk berbuah setelah sekian lama tertanam di jalanan berlubang tersebut.

Padahal jalanan itu amat rawan ketika dilewati pengendara. Mengingat kondisinya saat ini sudah mulai rapuh akibat terkikis air hujan.

Musim penghujan saat ini, pengendara harus berhati-hati ketika melintasi jalanan yang berada dekat Laboratorium hewan milik pemerintah Provinsi Kepri.

Sekcam Toapaya, Nepy Purwanto mengaku, sejak dirinya menjabat sebagai Lurah Toapaya Asri hingga saat ini, belum ada tanda-tanda jalan tersebut akan diperbaiki.

Padahal kata dia, dirinya sudah sering berkirim surat ke Dinas PUPR Bintan agar diteruskan ke Dinas PUPR Provinsi supaya segera diperbaiki. Namun, upayanya selalu gagal.

“Ya karena kewenangan jalan itu ada di provinsi. Kita sudah menyurati kabupaten untuk diteruskan. Tapi sampai sekarang tak direspon,” katanya, Selasa (28/4).

Kini kondisi jalan berlubang yang sudah ditumbuhi pohon pisang milik warga itu semakin memprihatinkan. Sebagian tanah penopang jalan itu sudah terkikis air hujan sehingga rawan terjadinya ambles.

Nepy berharap, Dinas PUPR Provinsi Kepri segera bertindak sebelum ada jatuh korban. “Perbaikilah segera, karena memang rawan posisinya dijalan menikung,” ungkap Nepy. (Btn)
Editor: Akok

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here