Kasi Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bintan drh Iwan Berri Prima

BINTAN,SIJORITODAY.com – – Jelang Idul Fitri, biasanya emak-emak akan mengincar daging sapi segar untuk digulai sebagai jamuan lebaran. Namun, sejak heboh-heboh daging babi di Bandung yang disulap seperti daging sapi. Masyarakat harus teliti sebelum membeli.

Buat emak-emak, wajib menyimak penjelasan dari dokter hewan (drh) Iwan Berri Prima, selaku Kasi Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bintan.

Menurutnya, secara kasat mata memang sulit membedakan mana daging sapi segar dan daging babi hutan (celeng). Apalagi, bila daging sudah diolah menjadi bakso, sosis dan sebagainya.

salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan uji pemalsuan daging menggunakan Pork Detection Kit dan dikonfirmasi dengan menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) sebagai uji konfirmasi di laboratorium.

Namun, Iwan berbagi tips buat emak-emak sebelum membeli daging sapi segar dipasaran. Ada lima aspek yang wajib diperhatikan agar tidak tertipu dengam daging sapi palsu.

Dari warna, Iwan mengatakan, daging babi (terutama jenis babi putih atau keturunan babi jenis chester white) memiliki warna lebih pucat sementara daging sapi cenderung kemerahan. Namun demikian, jenis daging babi hutan atau celeng juga memiliki warna yang kemerahan mirip daging sapi.

Untuk membedakan lagi, emak-emak bisa memperhatikan serat dagingnya. Daging sapi kata dia, memiliki serat daging yang sangat terlihat jelas. Seratnya juga terlihat sangat padat dan garis-garis pada dagingnya juga tampak sangat jelas.

“Berbeda dengan daging babi yang memiliki serat tidak sejelas daging sapi. Serat daging babi terlihat samar-samar dan renggang,” timpalnya.

Dari tekstur dagingnya, Iwan mengatakan, tekstur daging sapi lebih kaku dan padat. Sedangkan daging babi lebih lembek dan elastis atau sangat mudah direnggangkan sehingga tekstur daging babi terasa sangat kenyal.

Sementara penampakan lemak daging, kandungan lemak daging babi memiliki kandungan lemak yang berbentuk elastis, basah, dan susah untuk dilepaskan. Sedangkan pada daging sapi, kandungan lemaknya lebih kaku. mudah dilepas jika ditarik.

“Dari aromanya juga, aroma daging sapi lebih anyir daripada aroma daging babi. Aroma khas babi relatif lebih menyengat,” tandasnya.

Iwan meminta warga tidak perlu panik. Pemprov Kepri kata Iwan, sudah melarang masuknya produk dan hewan babi ke wilayah Kepri sejak akhir April lalu.

“Sehingga daging babi tidak ada rekomendasi pemasukan ke wilayah Bintan. Kami menghimbau masyarakat tidak perlu panik,” imbuhnya. (Btn)

Editor : Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here