KBO Satreskrim Polres Bintan Iptu Tumpal P Sipahutar ditemani Kanit PPA Ipda Florensia dan Kasubag Humas Polres Bintan AKP Nurmansyah merilis pelaku pencabulan anak laki-laki dibawah umur di Mapolres Bintan, Sabtu (16/5). Foto IST

BINTAN,SIJORITODAY.com – – Satreskrim Polres Bintan baru saja merilis kasus pencabulan anak laki-laki dibawah umur dengan inisial N (38).

Hasil pemeriksaan penyidik, para korban belum disodomi oleh pelaku. Justru N melakukan perbuatan tak senonohnya dengan menyuruh para korbannya untuk menghisap kemaluan pelaku.

Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Agus Hasanuddin menyampaikan, sebelum melancarkan aksinya pelaku sempat mengajak dua korbannya yakni RZ (11) dan RK (9) ke mesjid untuk shalat zuhur.

Usai shalat, pelaku mengajak kedua korbannya kerumahnya. Disitu, pelaku memberikan korban ponsel miliknya untuk bermain game. Tak berapa lama, pelaku melancarkan aksinya hingga ejakulasi

“Pelaku kemudian ganti celana pendek dan menghampiri korban untuk meminta para korban menghisap kemaluannya,” ujar Agus, Sabtu (16/5).

Tak terima digitukan, para korban melaporkan kejadian tercela itu kepada orang tuanya. Dan ditindaklanjuti oleh polisi.

Saat ini, Agus menyampaikan pelaku ditahan di sel tahanan Polres Bintan. Penyidik berencana akan memeriksakan kesehatan jiwanya.

“Kan baru penahanan, nanti kita periksa kejiwaannya,” kata Agus.

Sebelumnya diberitakan, seorang pria dewasa berinisial N (38) diciduk Satreskrim Polres Bintan karena diduga melakukan perbuatan tak senonoh kepada dua anak laki-laki yakni RZ (11) dan Rk (9l didaerah Pengudang, Kecamatan Teluk Sebong.

KBO Iptu Tumpal P Sipahutar menyampaikan, pelaku merayu korbannya dengan meminjamkan korban game yang ada di ponsel pelaku. “Dilakukan dirumah pelaku dan sudah berulang kali,” katanya, Sabtu (16/5) siang.

Atas perbuatannya, pelaku terancam menghabiskan waktu panjangnya dibalik jeruji besi. Penyidik kata Tumpal, menjerat pelaku dengan dugaan melanggar Pasal 64 ayat 1 KUHP Undan-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2020 tentang perlindungan anak.

“Dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” ungkapnya. (Btn)

Editor : Akok

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here