TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com– Ditengah Pandemi Covid-19 melanda Indonesia khususnya Provinsi Kepulauan Riau tak membuat penyidikan terhadap kasus tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri terhenti.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri Sudarwidadi SH MH mengungkap nilai kerugian negara yang muncul dalam kasus dugaan korupsi Izin Usaha Pertambangan (IUP) bauksit di Kabupaten Bintan tahun 2017 dan 2018. Dengan jumlah kerugian negara sekitar Rp35 miliar.

“Walau di tengah kondisi pandemi virus corona (Covid-19), kasus itu tetap berjalan. Dan, sudah diumumkan dengan persetujuan 10 tersangka baru di kasus itu,” ungkap Kajati Kepri Sudarwidadi kepada awak media di aula Baharuddin Lopa Kejaksaan Tinggi, Senggarang, Selasa (19/5/2020).

Sebelumnya, kata Sudarwidadi, ada dua tersangka dari Dinas ESDM dan PTSP Provinsi Kepri, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dari kasus ini.

Dari hasil penyidikan, tim penyidik Kejati Kepri kemudian menambah jumlah tersangka menjadi 10 orang. Jadi total untuk saat ini semua ada 12 orang,” kata Sudarwidadi.

Disamping itu, Kajati Kepri Sudarwidadi juga menjelaskan tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau (Kepri) sudah menetapkan dua tersangka baru kasus dugaan korupsi Pengadaan Alat Praktik Otomotif Rekayasa pada Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2018.

Kedua tersangka baru itu, yakni DS, selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pengadaan alat praktik otomotif rekayasa pada Disdik Provinsi Kepri.

“Kami menargetkan pertengahan bulan Juni 2020 semua berkas para tersangka akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor di Tanjungpinang untuk disidangkan,” pungkasnya.

Penulis: Ilham
Editor: Taufik. K

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here