Iwan Berri Prima, Kasi Kesehatan Hewan DKPP Bintan saat melakukan pemeriksaan kesehatan sapi disalah satu peternakan didaerah Gunung Kijang, Rabu (22/7). Foto IST

BINTAN,SIJORITODAY.com – – Perayaan Idul Adha tinggal menghitung hari, biasanya hewan kurban seperti lembu, sapi serta kambing akan laris manis. Namun, sebelum membeli untuk dikurbankan ada baiknya menyimak ulasan berikut.

Sebab, dokter hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bintan drh Iwan Berri Prima menyebutkan ada 15 ekor hewan kurban yang terserang penyakit.

Meskipun bukan terserang penyakit berbahaya dan bersifat zoonosis, namun hewan-hewan tersebut dikarantina dan dilarang untuk dijual atau dijadikan stok hewan kurban.

“Terpantau ada 4 sapi serta 11 kambing yang sakit seperti sakit kecacingan, sakit diare serta Orf,” ujar Iwan, Rabu (22/7).

Kepala Seksi Kesehatan Hewan DKPP Bintan itu pun berbagi tips kepada anda bagaimana cara memilih hewan kurban yang sehat dilihat dari fisiknya.

Hewan kurban yang sehat memiliki ciri-ciri mata hewan kurban yang cerah dan tidak belekan, bulunya bersih dan tidak kusam, cermin hidung basah dan bersih, tidak kurus, kotoran normal dan tidak diare, nafsu makan baik dan gerakan hewan lincah.

Untuk hewan kurban yang tidak cacat memiliki ciri-ciri testisnya utuh dan ada sepasang, daun telinga utuh, tanduk tidak patah, tidak buta dan kaki hewan kurban tidak pincang.

Selain itu, dari sisi umur hewan kurban, Iwan menyebutkan hewan kurban yang layak seperti sapi atau lembu minimal berusia 2 tahun sedangkan kambing minimal berusia 1 tahun.

“Kepada panitia hewan kurban yang ada di masjid-masjid untuk memastikan hewan kurbannya saat diantar kelokasi pemotongan sudah memiliki SKKH (surat keterangan kesehatan hewan) dari dokter hewan berwenang,” imbuhnya.

DKPP Bintan sudah mengawasi 1.266 ekor hewan kurban yang diawasi pihak kesehatan hewan DKPP Bintan. Terdiri dari 605 ekor sapi serta 661 ekor kambing yang tersebar di Kecamatan Bintan Timur, Bintan Utara, Toapaya, Gunung Kijang, Seri Kuala Lobam, Teluk Bintan dan Teluk Sebong. (Btn)

 

Editor : Redaksi

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here