BATAM,SIJORITODAY.com– Tim dari Subdit IV Direskrimum Polda Kepri dan di Back Up oleh Tim Satgas TPPO Subdit III Dit Tipidum Bareskrim Polri dan Polda Jateng berhasil mengamankan Tersangka Tindak Pidana Perdagangan Orang.

7 orang Tersangka dengan Inisial HS, TA, TS, LK Alias E, ST, MH dan SC alias S.

Hal ini disampaikan oleh Ditreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto dan didampingi Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid dan Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Dhani Catra Nugraha, Sabtu (25/07/2020) di Polda Kepri

Dir Reskrimum Polda Kepri mengatakan pada awalnya pihaknya menetapkan satu orang tersangka dengan Inisial SC alias S yang berperan sebagai Mandor atau pengawas dalam pencarian ikan di kapal Lu Huang Yuan Yu 118.

“Dan pada hari ini jumlah tersangka bertambah menjadi tujuh orang yang sudah kita amankan, dari ketujuh tersangka tersebut dua diantaranya sudah ditangani di Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Tengah, dan juga tersangka yang kita bawa ini berkaitan langsung dengan meninggal almarhum Hasan yang bekerja di Kapal tersebut” jelas Dir Reskrimum Polda Kepri.

Selanjutnya Progres dari penanganan tindak pidana perdagangan manusia yang telah mengakibatkan meninggalnya warga Negara Indonesia telah sampai dengan penetapan tersangka,

Dir Reskrimum Polda Kepri mengatakan adapun nama-nama tersangka yang pertama adalah penangkapan di Tegal yaitu tersangka Inisial HS, yang bersangkutan adalah sebagai Direktur PT. GMI yang bertanggung jawab terhadap proses rekrutmen dan juga sampai dengan proses pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia,

Selanjutnya yang kedua Inisial TA yang merupakan Komisaris PT. MJM yang bertanggung jawab terhadap proses rekrutmen dan juga sampai dengan proses pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia,

Berikutnya Inisial TS yang merupakan Direktur PT. MJM dengan peranan yang sama dengan tersangka sebelumnya dan tersangka LK alias E Direktur PT. Novarica Agatha Mandiri yang berperan sama dengan tersangka lainnya yaitu Merekrut hingga sampai dengan pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia dengan dokumen yang tidak semestinya dokumen tenga kerja.

Berikutnya tersangka ST yang ditahan di Polda Jateng merupakan Komisaris PT. MTB, dan tersangka MH Direktur PT. MTB juga di tahan di Polda Jateng, kemudian tersangka dalam perkara lain namun juga diduga terlibat dalam perkara ini yaitu inisial SC alias S”. jelas Dir Reskrimum Polda Kepri

Perlu diketahui bahwa ABK Kapal yang direkrut oleh PT Mandiri Tunggal Bahari (PT MTB) sebanyak 12 orang Warga negara Indonesia yang menjadi korban salah satunya almarhum Hasan, sementara itu PT GMI, PT Novarica Agatha Mandiri dan PT MJM merekrut 10 orang Warga Negara Indonesia yang menjadi korban.

Mengenai barang bukti, Dir Reskrimum Polda Kepri menyebut sedikitnya 66 buah Paspor, 37 buku pelaut, beberapa bundel akte pendirian dan perizinan perusahan, Dokumen perjanjian kontrak kerja laut antara korban dengan perusahan tersebut, 2 unit Laptop, 1 unit CPU, 4 Buah stempel perusahaan, buku tabungan, ATM, beberapa Unit Handphone dan dokumen pribadi korban telah diamankan pihaknya

“Dan Pasal yang diterapkan adalah Pasal 4 Jo Pasal 7 Jo Pasal 10 Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang Dengan Ancaman Pidana Penjara Paling Lama Seumur Hidup Dan Pidana Denda Paling Banyak Rp. 5.000.000.000,-” pungkasnya.

Penulis: Hairi
Editor: Taufik

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here