Ketua Karang Taruna Kecamatan Toapaya Sugeng Handayani ketika menyampaikan pandangannya terkait pemanfaatan gedung LPMP sebagai lokasi karantina saat sosialisasikan di Aula Kantor Bupati Bintan, Rabu (26/8) pagi. Foto Btn

BINTAN,SIJORITODAY.com – Dihadapan sejumlah tokoh masyarakat Kecamatan Toapaya, Sekdakab Bintan Adi Prihantara menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian pemerintah dalam memutuskan pemanfaatan gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kepri di Ceruk Ijuk Toapaya, sebagai rumah karantina pasien positif Covid-19.

Ungkapan ini disampaikan saat sosialisasi pemanfaatan gedung LPMP untuk tempat karantina pasien Covid-19 kepada perwakilan masyarakat Toapaya di Aula Kantor Bupati Bintan, Rabu (26/8) pagi.

“Ya kami atas nama pemerintah menyampaikan permohonan maaf karena tidak ada sosialisasi sebelumnya,” ungkap Adi.

Ia pun meminta kepada masyarakat agar tidak ada lagi penolakan untuk mengubah gedung LPMP menjadi lokasi karantina. Sebab, ini demi kebaikan bersama.

“Kalau rumah sakit penuh, kita (pemerintah) harus segera mencari solusi. Dan saat ini tempat yang paling memadai adalah gedung LPMP.” kata Sekda.

Ia juga memastikan, terkait ketakutan warga akan pengolahan sampah limbah dan petugas medis yang bertugas, Adi menjamin semua sesuai prosedur medis.

“Sudah diatur secara teknis oleh kesehatan, semua dijamin aman,” kata Adi.

Dalam pertemuan itu, Ketua Karang Taruna Kecamatan Toapaya Sugeng Handayani menerangkan, masyarakat sebenarnya bukan menolak. Hanya saja, perlu ada edukasi kepada masyarakat sebelum memutuskan gedung LPMP menjadi pusat karantina.

“Karena taunya kan itu pusat penyakit, jadi perlu ada edukasi kepada masyarakat melalui sosialisasi sebelumnya,” kata dia.

Sugeng juga sempat keberatan ketika beban untuk mensosialisasikan hal itu kepada masyarakat diserahkan kepada perwakilan yang hadir. Ia meminta pihak terkait ikut turun tangan langsung.

“Libatkan kita untuk mengedukasi kepada masyarakat, bukan kita yang mensosialisasikan kepada masyarakat,” tukasnya. (Btn)

Editor : Redaksi

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here