TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Polisi Sektor (Polsek) Bukit Bestari meminta Mohammad Nor, korban pengeroyokan yang di Tanjung Unggat membuat laporan resmi di Polsek Bukit Bestari.

Hal itu disampaikan Kapolsek Bukit Bestari melalui Kanit Reskrim, Iptu Bahmet Tavip.

“Kita suruh beliau datang buat laporan resmi, nanti kita lidik dan tindaklanjuti kasusnya,” katanya, Selasa (20/10).

Tavip mengaku, sebelumnya korban telah telah membuat laporan ke Polsek Bukit Bestari pada Sabtu (17/10) pukul 4.00 WIB.

Namun karena korban dalam pengaruh alkohol, polisi menyuruh korban pulang dan beristirahat dan meminta korban kembali membuat laporan setelah sadar dari pengaruh alkohol.

“Dia buat laporan, tapi belum ditandatangani. Karena kondisi dan keadaannya masih oleng masih dalam pengaruh alkohol kita suruh dia pulang dulu,” tuturnya.

Tavip juga mengatakan, Polsek Bukit Bestari telah menyikapi aduan korban dengan bergabung dengan tim opsnal Polres Tanjungpinang terjun ke TKP dan mencari saksi-saksi yang melihat kejadian.

Selain itu, Polsek Bukit Bestari juga telah memeriksa CCTV M. Mart Malaya tempat kejadian pengeroyokan.

Tavip menjelaskan, sebelumnya korban habis karaoke di hotel CK dan hendak pulang ke Tanjung Unggat dan di perjalanan, korban dikeroyok 15 orang yang tidak dikenal.

“Sebelumnya korban karaoke di Hotel CK, lalu korban pergi ke Tanjung Unggat. Di perjalanan korban dikeroyok oleh 15 OTK,” tambahnya.

Sebelumnya, Muhammad Nor, warga Gudang Minyak, Kecamatan Bukit Bestari, Tanjungpinang mengalami luka sobek di bagian bibir. Pasalnya, pria berumur 34 tahun itu dikeroyok oleh sejumlah orang tak dikenal di daerah Tanjung Unggat, Jumat (16/10/2020).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.12 WIB subuh.

Mulanya, korban bersama seorang temannya dalam perjalanan sedang menuju kilometer 3. Korban hendak mengantar temannya pulang ke Tanjung Unggat. Diperjalanan, korban melewati delapan pengendara motor yang sedang beriringan.

Saat melewati delapan pengendara motor tersebut, Nor sempat melihat salah seorang pengendara tersebut karena dikira saudaranya. Menurut Nor, pandangan tersebut tidak berlangsung lama. Hanya sepintas, mungkin mereka sepertinya kurang senang dipandang.

Akhirnya, Nor diikuti dan dikejar dari belakang hingga pertengahan Tanjung Unggat dihentikan tepat di M. Mart Malaya.

Mohammad Nor sempat meminta pertolongan ke warga sekitar, namun warga yang menolong juga mendapat perlakuan yang sama.

“Yang menolong saya juga dipukul, saya gak tahu apa salah saya. Ciri-ciri mereka rambutnya cepak- cepak, masih muda, saya tidak kenal sama mereka, namun ada CCTV di M Mart Malaya,” ujarnya.

Akibat peristiwa itu, Nor mengalami luka di bagian bibir dan wajah. Nor malam itu juga dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Tanjungpinang untuk dilakukan visum dan diminta membuat laporn resmi ke Polsek Bukit Bestari.

Mohamad Nor juga berharap kepada polisi agar pelaku dapat diketahui identitasnya dan segera ditangkap. Sebab, akibat peristiwa itu, Nor sehari setelah dikeroyok OTK mengalami demam dan tidak dapat bekerja karena wajah dan bibirnya kesakitan.

(Nuel)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here