Anggota Satlantas Polres Bintan melihatkan kondisi jalanan yang berlubang dan ditambal sementara menggunakan tanah di Km 39 Desa Toapaya Utara, Senin (14/12). Foto Btn

BINTAN,SIJORITODAY.com – Jalan Raya Tanjunguban mulai dari Km 30 hingga Km 39 dibiarkan semakin rusak. Bahkan, kecelakaan lalu lintas yang disebabkan jalanan rusak sudah tak terhitung lagi. Namun, dinas terkait belum juga bertindak.

Kepala Desa Toapaya Utara Sayet mengaku sepengetahuan dirinya kecelakaan lalu lintas sudah sering terjadi. “Ya seingat saya, 4 s.d 5 kali lah,” ungkapnya, Senin (14/12).

Ia berkata, selama peralihan arus lalu lintas dari Lintas Barat ke Jalan Raya Tanjunguban lama ini, kondisi jalanan semakin rusak parah. Hal ini disebabkan kepadatan arus lalu lintas yang membuat jalanan semakin rusak parah.

Sayet tak ingin, setelah dibuka kembali jalur Lintas Barat, kondisi jalanan khususnya di desa Toapaya Utara dibiarkan begitu saja. “Jangan sampai ditinggalkan begitu saja, warga kami juga kemarin kecelakaan sampai sekarang belum sembuh,” timpalnya.

Jika memang dinas terkait tidak segera bertindak, Sayet khawatir akan ada korban jiwa. Sebab, lubang pada bagian jalan jelas membahayakan pengendara.

“Kalau tidak juga diperbaiki, kami bersama Karang Taruna yang akan menambal jalannya dengan semen seadanya. Supaya tidak membahayakan,” ujarnya.

Dalam dua hari ini kecelakaan dilokasi jalanan yang berlubang terjadi di Km 39 Desa Toapaya Utara. Pada Minggu (13/12) kecelakaan beruntun melibatkan 4 mobil sekaligus, kemudian Senin (14/12) pagi kecelakaan sepeda motor membuat seorang security Kampus Umrah Triyansah (47) mengalami luka parah pada bagian kepala sebelah kanan dan harus dibawa ke IGD RSUP RAT. (Btn)

Editor : Akok

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here