Kejaksaan Negeri Kota Tanjungpinang Menggelar Press Release Penetapan Tersangka BPHTB Kota Tanjungpinang, Senin (21/12/20).

TANJUNGPINANG, SIJORITODA.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang menetapkan seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial YR sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Kota Tanjungpinang.

Oknum ASN yang bertugas di Pemko Tanjungpinang itu diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dari tahun 2018 hingga September 2019 dan telah mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 3.033.952.375 miliar berdasarkan audit BPKP Provinsi Kepri.

“Telah terjadi tindak pidana korupsi dalam penerimaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) tahun 2018 sampai dengan September 2019. Yang telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 3.033.952.375 miliar,” kata Kepala Kejari Tanjungpinang Ahelya Abustam , Senin (21/12/20).

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, pihak kejaksaan tidak melakukan penahanan dengan alasan SOP Rutan.

“Untuk penahanan sementara belum kita lakukan, karena berhalangan dengan SOP rutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pidsus, Aditya Rakatama mengungkapkan modus yang digunakan oleh si tersangka untuk menggelapkan penerimaan dari BPHTB itu

“Dia menggunakan aplikasi BPHTB, setelah dia menginput, ada sejumlah pembayaran BPHTB yang oleh bersangkutan tidak disetorkan ke kas BPHTB Kota Tanjungpinang,” ungkapnya.

Tersangka sendiri nantinya akan dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. (Nuel)

Editor : Ode

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here