TANJUNGPINANG,SIJOROTODAY.com – Wakil ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepulauan Riau, Titi Sulastri mengungkapkan terdapat 4 kasus LGBT di Kota Tanjungpinang sepanjang tahun 2020.

Mirisnya, 4 kasus LGBT yang melibatkan anak-anak yang berusia dibawah 12 tahun itu meningkat dari tahun 2019 yang sebanyak 1 kasus.

“Tahun kemarin satu kasus, tahun ini 4 kasus,” katanya, Selasa (22/12/20).

Titi menerangkan, pelaku dan korban setiap kasus LGBT lebih dari 2 orang dan masih anak-anak.

“Kasusnya 4, pelaku dan korbannya banyak,” terangnya.

Pelaku dan korban LGBT itu dominan berasal dari keluarga yang broken home seperti orang tuanya telah berpisah.

Titi juga mengungkapkan, kegiatan LGBT yang dilakukan anak-anak itu tidak lagi coba-coba tapi sudah menjadi kebutuhan sang anak.

Hasrat seksual anak-anak tersebut muncul apabila bertemu ayahnya karena sebelumnya pernah melihat orang tuanya melakukan hubungan badan.

“Ibunya dan bapaknya pisah dan pernah melihat ayah dan ibunya berhubungan badan sehingga muncul hasrat seksual si anak apabila bertemu ayahnya,” ujarnya.

Karena masih berusia dibawah 12 tahun, penanganan kasus LGBT itu cukup diselesaikan dengan memanggil orang tua pelaku dan korban.

Selain memanggil orang tua, KPPAD juga merekomendasikan agar anak-anak yang terpapar LGBT itu menjalani rehabilitasi agar tidak berpotensi menjadi pelaku di masa yang akan datang.

“Karena masih dibawah umur 12 tahun, kita panggil orang tuanya dan si anak dirujuk ke Lembaga LPKS di Pekanbaru,” tambahnya. (Red)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here