TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com РPemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menerapkan kebijakan bagi pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) yang akan memasuki wilayah tersebut agar melengkapi 
diri dengan surat keterangan tes cepat antibodi dengan hasil non-reaktif yang dikeluarkan oleh rumah sakit dan/atau fasilitas kesehatan dari wilayah asalnya dan memiliki masa berlaku selama 14 hari serta wajib mengisi riwayat perjalanan melalui aplikasi e-HAC.

“PPDN yang memasuki wilayah Provinsi Kepri agar proaktif memeriksakan diri ke rumah sakit dan/atau fasilitas kesehatan terdekat apabila mendapatkan gejala COVID-19,” kata Gubernur Provinsi Kepri Isdianto di Tanjungpinang, Rabu (23/12).

Hal tersebut, kata Isdianto, sesuai surat edaran nomor 383/SET-STC19/XII/2020 tentang pelaksanaan kegiatan masyarakat selama liburan Natal 2020 dan tahun baru 2021 dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19 di Provinsi Kepri.

Kemudian, berdasarkan Peraturan Gubernur Provinsi Kepri Nomor 42 Tahun 2020 tentang pedoman penerapan disiplin dan penerapan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 2019 di Provinsi Kepri.

“Semua PPDN bertanggungjawab atas kesehatan diri masing-masing, serta tunduk dan patuh terhadap syarat dan ketentuan yang berlaku,” ujar Isdianto.

Lanjut Isdianto, kebijakan ini pun memperhatikan peningkatan intensitas penyebaran COVID-19 di Provinsi Kepri dalam beberapa waktu terakhir.

Kemudian, peningkatan mobilitas masyarakat ke wilayah Provinsi Kepri, serta tingginya potensi terjadinya kerumunan masyarakat selama libur Natal tahun 2020 dan menyambut tahun baru 2021 di Provinsi Kepri.

Dia memandang perlunya kesadaran dan sinergitas semua pihak untuk menerapkan protokol kesehatan, guna mendukung program reaktivasi kawasan wisata di Provinsi
Kepri.

“Kebijakan ini mulai berlaku sejak 21 Desember 2020 ditetapkan sampai dengan tanggal 3 Januari 2021,” sebut Isdianto.

(Mn)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here