Buralimar, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Pemerintah pusat direncanakan akan kembali membuka pintu masuk wisatawan asing asal Singapura ke Provinsi Kepri.

Rencana pembukaan pintu masuk itu menyusul program Kemenparekraf yang akan membuka perjalanan tanpa karantina atau travel bubble bersama Singapura yang akan dilaksanakan pada tahun ini.

Program travel bubble itu akan dilakukan di Kota Batam dan Kabupaten Bintan.

Kepala dinas pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar mengatakan bahwa tempat wisata yang akan menjadi tujuan wisatawan asing wajib memenuhi beberapa persyaratan.

Diantaranya seperti tempat wisata harus berada jauh dari permukiman warga dan memiliki pelabuhan sendiri.

Selain itu, tempat wisata juga harus memenuhi protokol kesehatan dan mendapatkan sertifikat Cleanliness, Health, Safety and Enviroment Sustainability (CHSE).

“Obyek wisata harus jauh dari pemukiman, punya pelabuhan sendiri. Siap dengan protokol kesehatan dan dapat sertifikat CHSE,” katanya, Senin (25/1).

Saat ditanyakan terkait jadwal pasti pelaksanaan, Buralimar mengaku belum mengetahui secara pasti kapan travel bubble itu akan dilaksanakan.

“Jadwal pasti belum ada, kita taraf mengusulkan. Selebihnya wewenang pusat,” tuturnya.

Meski demikian, ia memastikan tempat wisata yang akan menjadi tujuan wisatawan asing juga telah menyatakan kesiapannya untuk memenuhi persyaratan travel bubble.

“Tempat-tempat yang saya sebutkan di atas prinsip mereka siap menerima,” ujarnya.

Sebelumnya pada Sabtu (23/1) yang lalu, setelah mengantar Menparekraf Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno menuju Jakarta, Sekda Kepri T.S Arif Fadillah mengatakan bahwa program travel bubble itu ditargetkan akan dilaksanakan pada tahun ini.

“Bapak Menteri tetap mengharapkan tahun ini dapat dilaksanakan,” katanya.

Arif juga meminta, seluruh pelaku usaha pariwisata di Batam dan Bintan sudah menyiapkan alat Swab PCR untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 sebelum program travel bubble dilaksanakan.

“Ada 7 titik masuk, kita harap di 7 titik itu teman-teman bisa menyiapkan mesin PCR nya,” tegasnya.

Ia menambahkan, dengan program travel bubble, Pemprov Kepri bersama Kemenparekraf akan mendorong event-event internasional yang berkaitan dengan olahraga dan UMKM.

(Nuel)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here