KUANTANSENGINGI, SIJORITODAY.COM – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Kuantan Singingi menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) di Hotel Angela, Desa Beringin Teluk Kuantan, Minggu (7/2/2021).

Pengurus HIPMI Riau, Azrori Analke Apas mengatakan, kegiatan Muscab yang dilaksanakan terindikasi banyaknya kejanggalan yang bertolak belakang dengan AD/ART HIPMI.

“Dalam agenda pelaksanaan Muscab ini terindikasi banyak kejanggalan atau cacat hukum karna bertolak belakang dengan AD/ART HIPMI,” katanya.

Azrori menjelaskan, Muscab tersebut juga dilaksanakan secara tertutup dan tidak disebarluaskan sehingga beberapa anggota aktif yang memiliki KTA HIPMI dan pengusaha muda yang ingin bergabung tidak mengetahuinya.

“Musyawarah ini dilaksanakan secara tertutup, segala informasi tidak disebarluaskan. Sangat disayangkan, karna banyak pengusaha muda yang ingin bergabung namun mereka tidak mendapatkan informasi, terutama bagi mereka yang telah menjadi anggota aktif dan KTA HIPMI,” jelasnya.

Azrori mengatakan, penetapan SK karateker juga dianggap tidak sah. Menurutnya, secara aturan SK karateker harus ditanda tangani oleh Ketua umum dan sekretaris umum.

“Peserta Muscab tidak ada satupun yang memiliki KTA. Padahal, dalam AD/ART disitu dijelaskan bahwa yang berhak menjadi peserta dan calon Ketua umum BPC harus memiliki KTA minimal 6 bulan sebelum pelaksanaan kegiatan Muscab.

“Intervensi BPD HIPMI Riau terhadap Caketum yang tidak lengkap administrasi. Syarat utama Caketum harus memiliki KTA HIPMI minimal 6 bulan sebelum pelaksanaan Muscab, akan tetapi dalam forum Muscab itu, Caketum dan peserta lainnya hanya memiliki surat keterangan dalam pengurusan KTA,” ujarnya.

Penulis : Abrar
Editor : Riandi

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here