KUANTAN SINGINGI, SIJORITODAY.com – Sejumlah pegiat anti korupsi di Kuantan Singingi mendesak Kejaksaan Negeri Kejari) setempat mengusut tuntas dugaan korupsi proyek pembangunan ruang pertemuan di Hotel Kuansing dengan nilai mencapa Rp13,1 miliar.

Apalagi tersiar kabar baru-baru ini, adanya nama mantan Bupati Kuantan Singingi, H Sukarmis dan Bupati terpilih Andi Putra dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Nama Bupati terpilih Andi Putra, tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dugaan korupsi proyek pembangunan ruang pertemuan di Hotel Kuansing. Oleh sebab itu saya meminta Kajari Periksa Andi Putra, karena di duga kuat terlibat masalah tersebut,” kata salah satu Aktivis, Daniel Saragih SH kepada media ini, Selasa (9/2/2021).

Menurut Daniel Saragih, dirinya menyesalkan atas lambannya kinerja Kejaksaan Negeri (Kajari) Kuantan Singingi mengungkap dalang skandal korupsi yang merugikan dana rakyat sebesar Rp13,1 miliar.

“Selama ini yang kita lihat hanya yang kecil saja yang diungkap tetapi yang besar dibiarkan,” celotehnya.

Daniel berharap, jangan sampai masyarakat Kuantan Singingi kecewa dan tidak percaya dengan kinerja penegak hukum khususnya kejaksaan negeri Kuantan Singingi.

“Jangan sampai Masyarakat tidak lagi percaya dengan Penegakan Hukum khususnya di Kuantan Singingi,” pungkasnya.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kuantan Singingi, Hadiman SH MH, mengatakan nama mantan Bupati Kuantan Singingi, H. Sukarmis tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dugaan korupsi proyek pembangunan ruang pertemuan di Hotel Kuansing.

Tak hanya itu, nama Bupati terpilih Kuantan Singingi Andi Putra (AP), yang merupakan anak kandung H. Sukarmis pun juga ada di BAP.

Menurut Hadiman, keduanya bakal jadi saksi di perkara dengan tersangka Fahruddin dan Alfion Hendra.

“Iya benar yang bersangkutan (Andi Putra) sudah di BAP. Mantan Bupati (H. Sukarmis) juga sudah di BAP,” kata Hadiman.

Selain itu, lanjut dia, jaksa penyidik juga meminta keterangan dari mantan Wakil Bupati Kuantan Singingi, Zulkifli.

“Mantan wakil bupati juga sudah kita BAP,” tandasnya.

Hadiman menegaskan, nantinya saksi yang di-BAP akan dihadirkan saat persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru.

“Kalau sudah di BAP, berarti saksi nantinya,” lanjutnya.

Hadiman juga menyebutkan, saat ini pihaknya tengah menggesa penyempurnaan berkas perkara kedua tersangka tersebut.

“Sedang pemberkasan. Insya Allah secepatnya kita limpahkan ke Pengadilan (Tipikor Pekanbaru),” tambahnya.

Saat ditanya komitmen pihak kejaksaan, Hadiman siap mengusut perkara korupsi proyek senilai Rp13.1 miliar ini Hingga tuntas.

“Sampai ke lubang cacing pun akan kami cari,” tutupnya.

Penulis: Abrar
Editor: Taufik

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here