KUANTAN SINGINGI, SIJORITODAY.com – Ketua PC IMM Kuansing (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) Safry Andi mengatakan pelapor gegabah, terburu-buru tanpa data penuh emosional melayangkan laporan ke KASN dengan tuduhan radikal.

Menurut Safry Andi, menuduh Din Syamsuddin merupakan kekeliruan terbesar. Bagaimana tidak, sambung Safry, tentu pihak pelapor tidak memahami tokoh mantan Ketum PP Muhammadiyah ini secara utuh.

“Pasti mereka tidak memahami Ayahanda Din Syamsudin tersebut yang merupakan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah,” kata Safry.

Safry menambahkan, menuduh tanpa bukti sama dengan membangunkan harimau yang sedang tidur.

Sebab, kata Safry, Darul Ahdy Masyahadah merupakan konsep kenegaraan yang dibangun oleh Din Syamsudin.

”Kami minta pelapor segera meminta maaf kepada Ayahanda Din Syamsudin,” pinta Safry.

Lanjutnya, negara ini mampu berdiri karena orang-orang yang kritis, menuduh radikal sama halnya dengan membungkam secara berlahan kemajuan Negara.

Penulis: Abrar
Editor: Taufik

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here