TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Kejari Tanjungpinang tingkatkan kasus Piutang nonusaha PT Tanjungpinang Makmur Bersama atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang ke tahap penyidikan.

Demikian dikatakan Kasi Intel Kejari, Bambang Heri Purwanto pada pukul 11.00 Wib saat ekspose bersama para Kasi dan Kepala Kejari Tanjungpinang.

Adapun yang dihentikan kasusnya oleh Kejari terkait dugaan gratifikasi ditubuh BUMD. Kejari beralasan karena tidak cukup alat bukti. Namun tidak menutup kemungkinan jika alat bukti cukup akan dibuka kembali kasus tersebut.

“Dari hasil ekspose yaitu mengenai dugaan gratifikasi yang dilakukan PT TMB untuk saat ini ditutup sementara karena alat bukti yang belum cukup, dan akan dibuka kembali apabila ditemukan alat bukti lain dikemudian hari,” ujar Bambang.

Disisi lain, mengenai kasus piutang non usaha, dimana terdapat masalah ex karyawan, relasi, pihak ketiga dan koperasi karyawan yang akan dinaikkan ke bidang Pidana Khusus (Pidsus) untuk dilakukan penyidikan.

“Mengenai piutang non usaha, dapat dinaikan ke Pidsus karena ada peristiwa pidana dan perbuatan melawan hukum (PMH), serta indikasi kerugian negara sekitar Rp 900 Juta lebih, berdasarkan 23 orang yang telah dimintai keterangan,” ungkap Bambang.

Sedangkan satu kasus lagi yaitu masalah hutang piutang usaha BUMD Tanjungpinang masih dalam tahap penyelidikan.

(Mis)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here